KRL Palmerah-Tanah Abang Diduga Dilempari Batu, Penumpang Panik hingga Tirai Jendela Ditutup

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:19 WIB
Cerita penumpang KRL saat kereta melintas diduga dilempar batu. (Threads/raynatazkia - @vitaaadamanik)
Cerita penumpang KRL saat kereta melintas diduga dilempar batu. (Threads/raynatazkia - @vitaaadamanik)

TITIKTEMU.CO - Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) menuju Stasiun Tanah Abang kembali dapat melintas pada Jumat, 28 Agustus 2026 pagi setelah sebelumnya sempat mengalami gangguan.

Meski perjalanan mulai kembali berjalan, aspek keamanan dan kewaspadaan penumpang masih menjadi perhatian. Pasalnya, sejumlah kerumunan massa dilaporkan masih berada di sekitar ruas jalan Palmerah-Tanah Abang.

Situasi tersebut turut dibagikan sejumlah penumpang melalui media sosial. Salah satu video memperlihatkan perjalanan KRL menuju Tanah Abang yang disebut sempat mendapat dugaan lemparan batu dari orang tak dikenal.

Tirai Jendela KRL Ditutup, Penumpang Panik

Salah satu penumpang membagikan pengalaman saat menaiki KRL dari Stasiun Palmerah menuju Tanah Abang melalui akun Threads @raynatazkia.

Baca Juga: Viral Jukir di Palu Diduga Ditembak Orang Tak Dikenal, Polisi Periksa CCTV di Lokasi

Dalam unggahannya, terlihat tirai pada jendela KRL ditutup selama perjalanan. Penutupan tirai tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya benda yang dilempar dari luar kereta.

“KRL udah bisa lewat Palmerah-Tanah Abang dan pas lewat, ada yang lemparin batu,” tulis pemilik akun dalam unggahannya, dikutip Jumat, 28 Agustus 2026.

Ia mengaku penumpang yang berada di gerbong perempuan bagian depan langsung merasa panik setelah terdengar adanya dugaan pelemparan batu.

“Nangis banget, langsung panik segerbong wanita paling depan, sebelum jalan udah tutup semua tirai jendela juga,” tulisnya.

Menurut pengunggah, kejadian tersebut berlangsung ketika KRL melintas sekitar pukul 07.00 WIB.

Ia juga menyebut kondisi jalan raya setelah Stasiun Palmerah masih ditutup. Di sejumlah lokasi, massa disebut masih terlihat berkumpul.

“Setelah Stasiun Palmerah itu jalan raya masih ditutup dan di beberapa titik masih ada massa yang berkumpul,” ungkapnya.

Setelah kejadian dugaan pelemparan batu tersebut, ia mengaku memilih untuk tidak lagi melihat ke luar jendela karena merasa khawatir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X