TITIKTEMU.CO-Langit memang punya jadwalnya sendiri, dan gerhana adalah salah satu pertunjukan paling menarik yang bisa kita lihat dari Bumi. Meski Bulan terus mengelilingi Bumi dan Bumi bergerak mengitari Matahari, gerhana Matahari dan gerhana Bulan ternyata tidak otomatis muncul setiap bulan.
Secara sederhana, gerhana terjadi ketika cahaya dari sebuah benda langit terhalang oleh benda langit lainnya. Pada gerhana Matahari, Bulan berada di antara Matahari dan Bumi sehingga sebagian atau seluruh cahaya Matahari tertutup.
Sementara itu, gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Bayangan Bumi kemudian jatuh ke permukaan Bulan dan menghasilkan berbagai bentuk gerhana.
Baca Juga: Job Fair Online Karawang 2026 Dibuka! Ada 2.000 Lowongan, Cek Syarat dan Jadwalnya
Lantas, mengapa setiap bulan baru tidak selalu menghasilkan gerhana Matahari dan setiap bulan purnama tidak selalu menjadi gerhana Bulan?
Jawabannya ada pada kemiringan bidang orbit Bulan. Jalur Bulan mengelilingi Bumi tidak persis sejajar dengan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari. Karena itu, ketiga benda langit tersebut hanya berada dalam posisi yang tepat pada waktu-waktu tertentu.
Empat Jenis Gerhana Matahari
Gerhana Matahari memiliki empat jenis utama. Gerhana Matahari total terjadi ketika seluruh piringan Matahari tertutup Bulan. Pada puncaknya, Matahari dapat tampak gelap dengan korona yang terlihat di sekelilingnya.
Baca Juga: Tersangka Karhutla Tembus 89 Orang, Polisi Mulai Telusuri Jejak Korporasi
Ada pula gerhana Matahari parsial, ketika hanya sebagian piringan Matahari yang tertutup Bulan. Bentuk berikutnya adalah gerhana Matahari cincin, yang terjadi ketika ukuran tampak Bulan lebih kecil sehingga menyisakan lingkaran cahaya Matahari di bagian tepinya.
Yang paling jarang adalah gerhana Matahari hibrida. Pada fenomena ini, gerhana dapat terlihat sebagai gerhana total dari wilayah tertentu, tetapi tampak sebagai gerhana cincin dari wilayah lainnya.
Tiga Macam Gerhana Bulan
Untuk gerhana Bulan, terdapat tiga kategori. Gerhana Bulan total terjadi ketika seluruh piringan Bulan memasuki bayangan inti atau umbra Bumi. Bulan kemudian dapat terlihat berwarna kemerahan, fenomena yang sering disebut sebagai blood moon.
Baca Juga: Bukan untuk Semua Sekolah, 80 Sekolah Swasta Elite Kini Dicoret dari Penerima MBG
Gerhana Bulan parsial hanya membuat sebagian permukaan Bulan masuk ke dalam umbra Bumi. Sedangkan gerhana Bulan penumbra terjadi ketika Bulan hanya melewati bayangan luar Bumi atau penumbra.
Perubahan cahaya pada gerhana penumbra biasanya sangat samar. Karena itu, fenomena tersebut lebih sulit dikenali tanpa bantuan pengamatan astronomi.
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini 29–30 Agustus: Ada Hujan Lebat hingga Angin Kencang
Mahasiswa Bisa Dapat Pengalaman Jadi Relawan Pajak 2027, Pendaftarannya Dibuka Besok!
Bukan untuk Semua Sekolah, 80 Sekolah Swasta Elite Kini Dicoret dari Penerima MBG
Bansos Tahap 3 2026 Mulai Cair, Cek NIK Sekarang untuk Tahu Namamu Masih Terdaftar atau Tidak
Jakarta Besok Pagi Tak Bisa Dilalui Seperti Biasa, 12 Jalan Ditutup karena Merdeka Run 2026
Tersangka Karhutla Tembus 89 Orang, Polisi Mulai Telusuri Jejak Korporasi
Job Fair Online Karawang 2026 Dibuka! Ada 2.000 Lowongan, Cek Syarat dan Jadwalnya