Sebelum Garibaldi Tiba, TNI AU Punya “Ujian” di Atas Kapal Perang

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 10:25 WIB

 

TITIKTEMU.CO-Kapal induk belum tiba di Indonesia, tetapi latihan untuk menyambutnya sudah dimulai. TNI Angkatan Udara (AU) lebih dulu menguji kemampuan penerbang dan helikopternya beroperasi dari atas kapal perang.

Uji kemampuan itu dilakukan melalui latihan Ship Board Operation (SBO) pada 24-26 Agustus 2026. Dalam latihan tersebut, helikopter H-3218 milik Skadron Udara 6 TNI AU menjalani take off dan landing di flight deck KRI Makassar yang merupakan kapal Landing Platform Dock (LPD).

Latihan berlangsung di Dermaga Batoe Poron, Surabaya. Bukan sekadar latihan mendarat biasa, kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi kedatangan Giuseppe Garibaldi, kapal perang eks Italia yang akan menjadi kapal induk pertama Indonesia.

Baca Juga: Giuseppe Garibaldi Menuju Indonesia, 2 KRI Fregat TNI AL Disiapkan untuk Mengawal Kapal Induk

Tak Langsung Terbang ke Kapal

Sebelum roda helikopter menyentuh dek KRI Makassar, para penerbang terlebih dahulu menjalani serangkaian pembekalan.

Mereka berlatih prosedur take off dan landing melalui helideck simulator. Simulasi ini digunakan untuk mengenalkan teknik sekaligus aspek keselamatan ketika helikopter harus beroperasi dari kapal.

Menariknya, latihan juga memanfaatkan replika flight deck dengan siluet kapal induk Giuseppe Garibaldi. Jadi, sebelum menghadapi kondisi sebenarnya di laut, para penerbang lebih dulu dibuat terbiasa dengan gambaran dek kapal yang akan menjadi bagian penting dalam latihan mendatang.

Baca Juga: Jadwal Kapal Surabaya – Lombok Juni 2026: 50 Pelayaran Siap Angkut Penumpang dengan Beragam Pilihan Harga

Setelah tahap simulasi selesai, barulah H-3218 melakukan take off dan landing secara langsung di flight deck KRI Makassar.

Helikopter tersebut diterbangkan Letkol Pnb Sofan Hasani sebagai Pilot in Command (PIC). Pelaksanaan latihan berada di bawah supervisi Danwing Udara 2.1 Grup 2 Heli Kolonel Pnb A. Mauludin Mulyono.

Bukan Cuma Soal Mendarat

Bagi TNI AU, kemampuan mendaratkan helikopter di kapal perang bukan sekadar persoalan pilot mampu menyentuhkan roda ke dek.

Baca Juga: TPPU Febrie Adriansyah Diduga Terjadi 8 Tahun, Ada Persoalan Hukum Lama vs Baru

Operasi semacam ini membutuhkan ketepatan prosedur, kemampuan membaca kondisi, serta koordinasi dengan unsur lain. Karena itu, latihan SBO juga diarahkan untuk memperkuat interoperabilitas antara TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: TNI AU

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X