Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Sabtu, 6 Desember 2025 | 09:17 WIB
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo. (Breedie/Fauzan My)
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo. (Breedie/Fauzan My)

TITIKTEMU.CO - Setiap kali kita menyesap kopi Gayo dengan karakter keasamannnya yang lembut, aroma floral, dan cita rasa khas dataran tinggi Aceh, ada kisah panjang yang jarang terlihat.

Di balik bubuk kopi yang tersaji, terdapat lanskap hutan yang bekerja senyap mengatur suhu, menjaga air, hingga melindungi tanah dari erosi. Dan ketika hutan itu kini terancam, masa depan kopi Gayo pun dipertaruhkan.

Selama bertahun-tahun, Kopi Gayo menjadi salah satu ikon komoditas unggulan Provinsi Aceh Darussalam.

Baca Juga: Hikayat Kopi di Tanah Gayo: Warisan Tradisi dan Ketekunan dari Ujung Barat Nusantara 

Produksi arabika di provinsi ini tergolong besar, mencapai rata-rata 66 ribu ton per tahun, bahkan menembus 69 ribu ton tahun 2022 menurut Outlook Komoditas Perkebunan Kopi Kementerian Pertanian.

Angka ini menjadikan Aceh bersama Sumatera Utara sebagai produsen arabika terbesar di Indonesia.

Namun produktivitas tinggi itu tidak datang begitu saja. Hutan-hutan di dataran tinggi Gayo memainkan peran vital yang tidak tergantikan.

Baca Juga: Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah 

Di Kabupaten Bener Meriah, tutupan hutan yang masih terjaga menciptakan iklim mikro yang stabil: udara dingin, lembap, curah hujan teratur, serta tanah yang subur berkat serasah dan naungan pohon besar.

Hutan pinus di lereng perbukitan bahkan memberi karakter rasa khas pada biji arabika Gayo, sesuatu yang membedakannya dari arabika daerah lain.

Tak heran, pada 2022 Pemerintah Aceh menetapkan pedoman tata kelola Kopi Arabika Gayo untuk memastikan kualitas dan perlindungan terhadap komoditas spesialti ini.

Baca Juga: Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh 

Tutupan Hutan Menyusut, Risiko Mengancam

Namun, di balik capaian ini, ada ancaman yang terus membayangi. Salah satunya adalah luasan hutan yang menyusut.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X