TITIKTEMU.CO - Pemandangan tak biasa muncul di Danau Singkarak, Sumatra Barat, pascabencana banjir bandang yang melanda beberapa wilayah di Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Air danau yang biasanya keruh berubah jernih dengan gradasi hijau toska, membuat banyak warga terheran-heran.
Video yang beredar di media sosial menampilkan air Danau Singkarak yang bening seperti sungai di Swiss, memicu rasa kagum sekaligus pertanyaan besar: apa yang sebenarnya terjadi?
Baca Juga: Hikayat Kopi di Tanah Gayo: Warisan Tradisi dan Ketekunan dari Ujung Barat Nusantara
Salah satu unggahan yang viral datang dari akun TikTok @sumbarspot. Dalam video itu, aliran air dari Danau Singkarak menuju Sungai Batang Ombilin tampak sangat jernih, hampir seperti foto-foto sungai Alpen Eropa.
Namun, tidak sedikit juga warganet yang menduga warna tersebut hanyalah efek kamera, filter, atau bahkan hasil manipulasi AI.
Fenomena ini memang menimbulkan rasa penasaran. Apakah benar Danau Singkarak menjadi sebening itu secara alami, atau ada proses ilmiah di balik perubahan drastis tersebut?
Baca Juga: Bupati Samosir Imbau Warga Tolak Bantuan dari Toba Pulp Lestari
Warna Toska karena Ledakan Alga
Peneliti Ahli Utama BRIN, Atriyon Julzarika, menjelaskan jernihnya air danau Singkarak bukanlah keajaiban instan, melainkan reaksi alam akibat kondisi danau yang berubah setelah hujan ekstrem dan banjir.
Menurutnya, warna hijau toska yang terlihat merupakan efek dari alga atau fitoplankton berwarna serupa yang keluar dari Danau Singkarak.
“Air Batang Ombilin berwarna hijau toska karena terdapat alga yang terbawa keluar saat volume danau meningkat dan pintu air dibuka,” ujarnya.
Dia menjelaskan pertumbuhan alga terjadi karena naiknya air dari dasar danau yang membawa mineral, termasuk nitrogen (N) dan fosfor (P). Kedua unsur ini adalah pupuk alami bagi fitoplankton.
Banjir bandang atau galodo menurut istilah Sumatera Barat, ikut membawa material kaya N dan P ke dalam danau, sehingga pertumbuhan alga meningkat tajam.
Artikel Terkait
Ketika Komunikasi Terputus: Kisah Orang-Orang yang Menanti Kabar Keluarga di Tengah Bencana
Perjuangan Menembus Tanah Terisolir: BNPB Kerahkan Pasukan Jalan Kaki dan Helikopter untuk Selamatkan Warga Tapanuli–Sibolga
Hujan Ekstrem, Siklon, dan Hutan Gundul di Balik Banjir Bandang Sumatera-Aceh
Di Bawah Lumpur Galodo: Akhir Perjuangan Erik Menemukan Ibunya Meninggal dalam Sujud