TITIKTEMU.CO - Di tengah bencana banjir dan longsor di Sumatera, termasuk Aceh, satu hal yang paling mencemaskan para perantau adalah terputusnya komunikasi dengan orang-orang tercinta di kampung halaman.
Tanpa sinyal, tanpa listrik, dan tanpa kabar, kecemasan berubah menjadi penantian panjang penuh doa. Begitulah yang dialami sejumlah orang yang terpisah dari keluarga yang bertahan di wilayah bencana.
Cerita mereka menggambarkan betapa rapuhnya rasa aman ketika jaringan telekomunikasi terputus, tak mampu menghubungkan atntara satu dengan yang lain.
Sepekan Penuh Kecemasan, Kisah Kiki dan Sahara
Sudah lima hari Kiki tidak tahu kabar suaminya, Adi, di Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah. Sejak Selasa 25 November 2025, komunikasi mereka terputus setelah wilayah itu diterjang banjir dan longsor.
Kiki yang saat itu berada di Bogor sebenarnya dijadwalkan pulang pada hari yang sama. Namun cuaca buruk membuat Adi meminta istrinya menunda perjalanan.
“Suami nyuruh saya cancel dulu,” ujar Kiki mengenang percakapan terakhir mereka pada Selasa malam.
Itulah percakapan terakhir mereka. Tak lama setelah telepon ditutup, Kiki melihat unggahan di media sosial memperlihatkan daerah pemandian dekat rumahnya terkena longsor.
Bendungan air di kawasan itu jebol, banjir bandang melanda permukiman. Ketakutan Kiki pun kian menjadi saat pesan-pesan yang dia kirim ke suaminya tidak berbalas.
Baca Juga: Banjir Bandang Agam: 74 Jiwa Melayang, 2.500 Warga Mengungsi, Kerugian Tembus Rp13,9 Miliar
Rumah Berada di Bawah Bukit
Kiki tahu betul rumahnya berada di bawah sebuah bukit, posisi yang membuat ancaman longsor terus membayangi.
“Hujan nonstop, takutnya bukit belakang rumah ikut longsor. Itu yang bikin overthinking,” ucap Kiki lirih.
Artikel Terkait
Tersesat di Jalur Longsor 4 Hari: Kisah Dramatis Wali Kota Sibolga yang Akhirnya Ditemukan Selamat
Ahli ITB Ungkap Penyebab Banjir Bandang Sumatera: Siklon Senyar dan Kerusakan Lingkungan
Menkeu Purbaya: Pemda Belum Ajukan Tambahan Dana untuk Banjir Sumatera, Anggaran Lokal Terus Tergerus
Banjir Bandang Sumatera–Aceh: Prabowo Pastikan Pemerintah Bergerak Cepat Kirim Bantuan Darat dan Udara