Gaji UMR Tapi Gaya Hidup Sultan? Ini Alasan Flexing Makin Ramai di Kota Besar

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Sabtu, 29 Agustus 2026 | 06:03 WIB

TITIKTEMU.CO-Gaji belum naik, tapi nongkrong tetap jalan.

Sepatu baru muncul tiap beberapa bulan, kopi kekinian hampir setiap minggu, konser tidak pernah absen, sementara cicilan diam-diam menumpuk di belakang layar.

Gaji UMR tapi gaya hidup sultan bukan lagi pemandangan asing di kalangan Gen Z dan milenial urban.

Yang terlihat di media sosial memang cuma potongan kehidupan. Masalahnya, potongan itu sering terlihat seperti keseluruhan cerita.

Baca Juga: Camry Mendadak Terbakar di Jalan Layang MBZ, Pengemudi 75 Tahun Berhasil Selamat

Gaji UMR Tapi Gaya Hidup Sultan, Kok Bisa?

Ada banyak alasan mengapa seseorang dengan penghasilan pas-pasan bisa terlihat punya gaya hidup kelas atas. Salah satunya adalah media sosial yang membuat konsumsi menjadi bagian dari cara seseorang menunjukkan identitas.

Riset mengenai budaya flexing pada Gen Z menunjukkan bahwa pamer barang, pengalaman, atau pencapaian di media sosial dapat menjadi cara membangun citra diri dan posisi sosial.

Jadi, tidak selalu berarti seseorang benar-benar sekaya yang terlihat di Instagram atau TikTok. Bisa saja barang tersebut dibeli dengan cicilan, sedang diskon, hasil patungan, hadiah, atau bahkan hanya dipinjam untuk kebutuhan konten.

Baca Juga: Mahasiswa Bisa Dapat Pengalaman Jadi Relawan Pajak 2027, Pendaftarannya Dibuka Besok!

Di sinilah flexing menjadi menarik. Yang dijual bukan cuma barang, tetapi kesan: “Aku mampu.”

Media Sosial Membuat Standar Hidup Ikut Naik

Dulu, membandingkan hidup mungkin hanya dengan tetangga atau teman kantor. Sekarang, seseorang bisa membandingkan dirinya dengan ratusan orang hanya dengan membuka ponsel selama lima menit.

Feed dipenuhi liburan, restoran mahal, gadget terbaru, outfit bermerek, hingga working space estetik. Lama-lama, sesuatu yang sebenarnya mewah terlihat seperti kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Bukan untuk Semua Sekolah, 80 Sekolah Swasta Elite Kini Dicoret dari Penerima MBG

Efeknya bisa menciptakan FOMO atau rasa takut tertinggal. Kalau teman-teman sudah nongkrong di tempat tertentu, rasanya ikut datang menjadi semacam tiket agar tidak dianggap ketinggalan zaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X