TITIKTEMU.CO - Di saat ribuan warga di Sumatera masih berjuang akibat banjir dan longsor, masyarakat menyoroti perilaku sejumlah pejabat yang dinilai sibuk memburu perhatian dan pencitraan.
Kamera menangkap para pejabat di mana-mana, sementara empati terasa semakin hilang dari wajah mereka yang seharusnya memimpin penanganan bencana.
Bencana besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali membuka luka lama: setiap kali bencana datang, kamera sering kali tiba lebih dulu dibanding bantuan yang benar-benar berarti.
Baca Juga: Konsesi Raksasa dengan Isu Merusak Ekologi, Siapa Berada di Balik PT Tusam Hutani Lestari?
Belum sempat warga menata napas dari kepanikan dan kehilangan, rombongan pejabat pun berdatangan dengan staf protokoler, mobil dinas, serta tim dokumentasi yang bekerja tanpa lelah.
Fenomena ini memunculkan pertanyaan serius: apakah kedatangan para pejabat merupakan bentuk kehadiran negara, atau sekadar ritual pencitraan yang berulang dari tahun ke tahun?
Beberapa pejabat dan politisi pun menjadi sorotan dalam bencana kali ini. Menko Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, dan anggota DPR Verrell Bramasta.
Sebuah video yang diunggah di YouTube PAN TV dan Instagram @zul.hasan memperlihatkan Zulhas memanggul sekarung beras sambil menyapa warga.
Dia bahkan terlihat ikut membersihkan lumpur dipemukiman menggunakan sekop di salah satu rumah warga terdampak.
Aksi yang tampak heroik itu ternyata tidak disambut hangat. Justru, ribuan komentar bernada sinis membanjiri unggahan tersebut. Banyak warganet menilai aksi itu terlalu dibuat-buat, dan hanya untuk pencitraan.
Dalam satu komentar yang viral, seorang pengguna menulis, “Beras sekecil itu aja sok ditaruh di pundak, akting banget Pak.”
Pengguna lain mengkritik, “Kalau mau bantu ya bantu saja. Tidak harus tayang di Instagram.”
Hingga pagi hari berikutnya, unggahan tersebut mendapat lebih dari 85 ribu komentar.
Baca Juga: Bupati Aceh Selatan Dicopot Sementara, Magang Tiga Bulan di Kemendagri Belajar Penanganan Bencana
Artikel Terkait
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Seperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang, Apa yang Terjadi?
Air Mata di Nagatimbul: Kisah Seorang Anak Kehilangan Ayah dalam Longsor Tapanuli
Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya
Umrah Saat Bencana, Prabowo Minta Mendagri Copot Bupati Mirwan