Sekadar Acara Selingan
Lalu, muncul kabar lain yang tak kalah menghebohkan. Rupanya, kunjungan para pejabat itu diduga hanya agenda tambahan sebelum menghadiri pesta pernikahan putri anggota DPR PAN, Arisal Aziz.
Foto-foto yang beredar memperlihatkan Zulhas, Verrell, dan beberapa kader PAN lainnya berpose lengkap dengan pengantin. Ahmad Yohan, Wakil Ketua Komisi IV DPR dari PAN, mengakui ada acara pernikahan.
Namun ia menolak anggapan bahwa kehadiran mereka ke lokasi banjir hanyalah pencitraan. “Kami ingin melihat musibah. Kebetulan ada pernikahan. Sekalian,” katanya.
Pernyataan itu justru memperkuat kemarahan publik. Banyak yang merasa kedatangan pejabat ke lokasi bencana bukan berlandaskan empati, melainkan agenda politik yang dibungkus sebagai aksi kemanusiaan.
Baca Juga: KLH Hentikan Operasi Empat Perusahaan di Batang Toru, Diduga Penyebab Banjir dan Longsor di Sumatera
Verrell Bramasta dan Kontroversi Rompi Taktis
Tak ketinggalan, Verrell Bramasta juga menuai kritik setelah tampil mengenakan rompi taktis saat meninjau lokasi banjir di Sumatera Barat.
Banyak yang menilai peralatan itu berlebihan dan tidak relevan, bahkan dianggap rompi antipeluru. Verrell menjelaskan rompi itu hanyalah perlengkapan lapangan untuk membawa peralatan kecil.
Namun pembelaan itu tidak membuat sorotan mereda. Masyakarat menyindir seorang anggota DPR tampil layaknya menjalankan tugas militer, sementara prajurit TNI di tengah bencana tidak memakai perlengkapan serupa.
Baca Juga: Kisah Kayu-kayu Hanyut yang Mengabarkan Rusaknya Ekologi di Sumatera
Peneliti: Ruang Duka Berubah Jadi Panggung
Peneliti dari Universitas Dharma Andalas, Desi Sommaliagustina, mengungkapkan bencana memang kerap menjadi panggung bagi pejabat tertentu.
Alih-alih memberi bantuan tanpa mengganggu proses penyelamatan, kehadiran pejabat justru sering menyita waktu dan energi petugas.
Misalnya, jalur evakuasi harus ditutup sementara, warga diminta meluangkan waktu untuk sesi foto, bahkan beberapa pengungsi diminta ikut berbaris demi kepentingan dokumentasi.
Artikel Terkait
Ketika Danau Singkarak Jadi Jernih Seperti Sungai Swiss Usai Banjir Bandang, Apa yang Terjadi?
Air Mata di Nagatimbul: Kisah Seorang Anak Kehilangan Ayah dalam Longsor Tapanuli
Donasi Mengalir untuk Sumatera-Aceh, Tapi Distribusi Tidak Pernah Mudah
Jejak Hutan di Balik Nikmatnya Secangkir Kopi Gayo
Umrah Saat Banjir, Bupati Aceh Selatan Dicopot sebagai Ketua DPC Gerindra
Patungan Beli Hutan: Ketika Negara Abai Pembalakan, Frustasi Menumpuk, dan Masyarakat yang Tak lagi Percaya
Umrah Saat Bencana, Prabowo Minta Mendagri Copot Bupati Mirwan