TITIKTEMU.CO - Indonesian Corruption Watch (ICW) menyoroti lemahnya perencanaan pemerintah dalam menjalankan proyek-proyek strategis nasional, termasuk Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau yang kini dikenal sebagai Whoosh.
Kritik ini disampaikan oleh peneliti ICW, Almas Sjafrina, dalam tayangan podcast bersama Bambang Widjojanto yang membahas pembengkakan utang proyek tersebut kepada China hingga mencapai Rp116 triliun.
ICW: Utang Harusnya Diantisipasi Sebelum Proyek Dimulai
Menurut Almas, polemik utang yang kini mencuat seharusnya tidak terjadi jika pemerintah memiliki perencanaan yang matang sejak awal.
Ia menyebutkan bahwa pemerintah tampak tergesa-gesa menjalankan proyek tanpa terlebih dahulu memperhitungkan sumber pembayaran utangnya.
Baca Juga: BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025
“Yang membingungkan adalah mengapa persoalan pembayaran baru diperdebatkan sekarang. Seharusnya hal itu sudah dipikirkan sebelum proyek berjalan,” ujar Almas.
Almas menilai kondisi ini menunjukkan bahwa pemerintah belum benar-benar matang dalam tahap perencanaan dan persiapan proyek nasional.
Perencanaan yang Tidak Tepat Bikin Proyeksi Melenceng
Lebih lanjut, Almas menjelaskan bahwa akibat dari lemahnya perencanaan, proyeksi keuntungan dan pendapatan Whoosh menjadi tidak sesuai harapan.
Hal itu turut memengaruhi kemampuan proyek untuk menutup biaya utang besar kepada China.
“Ada hitung-hitungan yang meleset soal proyeksi pendapatan dari Whoosh. Ini berawal dari perencanaan yang tidak matang,” ungkapnya.
Ia menegaskan, proyek berskala besar seperti Whoosh seharusnya diawali dengan kajian kebutuhan, target pengguna, serta dampak ekonomi yang komprehensif.
Baca Juga: Blibli Resmikan The New Apple Shop di Central Park, Hadirkan Pengalaman Premium dan Pasti ORI
“Kalau perencanaannya matang, setengah dari pekerjaan sudah selesai,” tambah Almas.
ICW Minta Pemerintah Buka Kajian Proyek Whoosh
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Beri Rehabilitasi Hukum untuk Dua Guru SMAN 1 Luwu Utara, Pulihkan Nama Baik dan Haknya
Serapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Capai 61 Persen, BGN Ajukan Tambahan Dana Rp29,5 Triliun
Menteri HAM Natalius Pigai Ultimatum Instansi Pemerintah dan Swasta: Satu Bulan Selesaikan Regulasi Anti-Bullying
Blibli Resmikan The New Apple Shop di Central Park, Hadirkan Pengalaman Premium dan Pasti ORI
BGN Ajukan Tambahan Anggaran Rp28,63 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2025