TITIKTEMU.CO - Kasus perundungan di SMP Negeri 1 Blora, Jawa Tengah, menghebohkan publik setelah video berdurasi 25 detik menampilkan kekerasan antar siswa beredar luas di media sosial.
Dalam video pendek memperlihatkan seorang siswa dipukul dan ditendang teman-temannya di area kamar mandi sekolah. Polisi masih memeriksa puluhan siswa dan sejumlah guru terkait kasus itu.
Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara menunjukkan insiden tersebut diduga berawal dari salah paham antara dua siswa.
“Diduga ada salah paham antara korban DF dengan GB, karena dituduh pernah berkelahi padahal tidak. Dari situlah muncul aku itu,” jelas AKP Zaenul, dilansir dari Antara Kamis 13 November 2025 .
Polisi telah memintai keterangan dari 37 siswa yang diduga mengetahui kejadian itu, serta empat guru termasuk wali kelas korban. Semua proses pemeriksaan dilakukan dengan pendampingan orang tua.
“Kami sudah memeriksa 37 siswa dan empat guru. Semuanya didampingi orang tua. Saat ini, proses pengumpulan bukti dan keterangan masih berlanjut,” ujar AKP Zaenul.
Baca Juga: Mahasiswa Unud Bunuh Diri Lompat dari Lantai 4 Diduga karena Perundungan, Begini Kronologinya
Kronologi Kasus Perundungan
Perundungan terjadi pada Jumat, 7 November 2025, saat jam istirahat di kamar mandi sekolah. Sejumlah siswa berseragam pramuka mengerubungi korban yang mengenakan kaus olahraga.
Dalam video berdurasi 25 detik yang viral di media sosial, terlihat salah satu siswa beberapa kali memukul dan menendang korban, sementara siswa lain hanya menonton tanpa berusaha melerai.
Pihak sekolah sempat melakukan mediasi antara kedua belah pihak setelah video itu menyebar. Namun, kasus ini tetap berlanjut ke ranah hukum untuk memastikan tidak ada kekerasan serupa yang terulang.
Korban Alami Trauma dan Luka Fisik
Hingga kini, korban belum masuk sekolah karena masih trauma. Kuasa hukum korban, Sugiyanto, menjelaskan kondisi psikis kliennya belum stabil dan tengah mendapat pendampingan dari Dinas Sosial Kabupaten Blora.
Artikel Terkait
Teliti Respons Perundungan, Dosen UPGRIS Semarang Argo Widiharto Raih Gelar Doktor
Menkes Akan Putus Perundungan Pada Dokter Yang Mengikuti Spesialis
Kemenkes Beri Sanksi Tiga Rumah Sakit Karena Ada Perundungan, Ini Rumah Sakitnya
Tahun Ajaran Baru Di Yogya , Tidak Ada Kegiatan Perundungan Dan Perpeloncoan
Lawan Perundungan, Remaja Jateng Didorong “Wani Curhat”
Ryan Adriandhy Jadikan Kisah Bullying Dirinya Jadi Inspirasi Film Animasi ‘Jumbo’