TITIKTEMU.CO, Forum Anak Jawa Tengah menyambangi 251 sekolah dalam ajang “Forum Anak Goes To School 2024”. Diadakan serentak di 35 kabupaten/ kota, ajang itu bertujuan mengajak para murid baru, anti terhadap tindak perundungan, kekerasan seksual, dan berani menyuarakan isi hati.
Salah satu sekolah yang disasar, adalah SMA Negeri 6 Semarang. Kegiatan itu dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jateng Ema Rachmawati, Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng Retno Sudewi. Turut mendampingi, Kepala SMA Negeri 6 Semarang Dian Milasari, Ketua Forum Anak Jateng Dendi Resando, Staf Gender dan Pemberdayaan Remaja Unicef Indonesia Yosephine Stella.
Ema menyampaikan, salah satu jurus meminimalisasi tindak kekerasan pada anak, adalah komunikasi efektif orang tua kepada anak. Karena selama ini, gap atau celah komunikasi antargenerasi, menyebabkan anak mencari pelarian kepada pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Saya mengajak orang tua belajar berkomunikasi dengan Generasi Z. Menjadi teman yang baik, jangan men-judge (menghakimi), namun bisa diajak sebagai teman ngobrol,” tuturnya, seusai acara.
Ema juga mengajak pihak sekolah mewujudkan tempat yang nyaman bagi siswa. Bukan hanya untuk belajar, namun juga tempat dengan orang-orang yang mampu menghargai dan mengembangkan potensi setiap siswa. Begitu pula dengan masyarakat, diharap mau menyesuaikan pola komunikasi remaja yang lahir di rentang 1997-2012.
Diungkapkan, penelitian yang dilakukan Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di Jateng, banyak di antara siswa atau siswi jenjang SMA sederajat mengalami gejala gangguan mental. Ini diindikasikan dengan gangguan tidur, rasa mual ketika makan, atau rasa cemas berlebihan.
“Pasti ini ada sesuatu di rumah yang perlu diperbaiki. Sehingga harus disediakan ruang curhat, kalau tidak dengan orang tua, bisa dengan sekolah. Kami pemerintah juga menyediakan aplikasi ‘Jogo Konco‘ yang bisa on call. Atau bisa juga ke RSJ Amino Gondohutomo, yang juga menyediakan 24 jam, bisa curhat tentang apa saja,” paparnya.
Dendi mengamini hal itu. Ia menyebut, pada ajang tersebut juga diberi materi terkait bullying. Para siswa juga diberi pengetahuan soal Online Child Sexual Exploitation and Abuse (OCSEA).
“Tujuannya untuk mengusung Jogo Konco, dan memberikan materi terkait pencegahan kekerasan seksual dan internet sehat, yang terkadang tidak diajarkan ke sekolah,” jelas Dandi Resando Ketua Forum Anak Jawa Tengah .
Curhat secara online, menghubungi via website https://dp3akb.jatengprov.go.id/jogokonco/ . Atau Layanan Konsultasi Online Psikologi dan Psikiatri 24 jam atau KOPPi 24, yang dapat dijangkau melalui nomor 0821 3000 3400. Adapula KOPI 93 ( Konsultasi Online Psikologi jam 9 pagi – jam 3 sore) dengan obrolan pesan di nomor 0821 3758 0805.
Artikel Terkait
Anak Muda Yang Keren Ini Jadi Wakil Pemuda Pelopor Yogya Bidang Teknologi
Libur Sekolah Dengan Lomba Bertutur , Meningkatkan Literasi Anak
Mungkin Cuma Di Kendal , Rumah Dinas Bupati Jadi Taman Bermain Anak