TITIKTEMU.CO – Sosok Mohamad Haris atau Gus Haris (GHA) tengah menjadi perhatian publik setelah namanya ikut terseret dalam perkara dugaan pemerasan yang menjerat Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro (AWI).
Dalam kasus yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Gus Haris disebut sebagai orang kepercayaan sekaligus tangan kanan Bupati Pemalang. Hingga kini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dan semuanya sudah ditahan.
Mereka terdiri dari Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Mohamad Haris alias Gus Haris, anggota Polri yang bertugas sebagai staf administrasi KPK, Setya Budi Dias Oktavianto, serta ayah Dias, Lilik Budi Suprianto (LBS).
Anom Widiyantoro sendiri telah lebih dulu ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) cabang Gedung Merah Putih KPK usai terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada 27 Juli 2026.
Gus Haris Diduga Kumpulkan Uang Hasil Pemerasan
Berdasarkan keterangan KPK, Gus Haris diduga berperan mengumpulkan uang hasil pemerasan dari sejumlah bawahan Bupati dan pihak swasta.
Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK, Ahmad Taufik Husein, menyebut Anom Widiyantoro bersama Gus Haris diduga meminta sejumlah uang kepada perangkat daerah maupun rekanan swasta untuk kepentingan pribadi.
KPK menyebut total uang yang dikumpulkan dalam perkara tersebut mencapai Rp1,98 miliar.
Menurut Taufik, uang itu dihimpun melalui jaringan yang melibatkan orang-orang terdekat Bupati Pemalang.
Diduga Jadi Penghubung ke Makelar Kasus
Dalam pengusutan perkara ini, Gus Haris juga disebut memegang peran sebagai penghubung menuju jalur belakang untuk menyelesaikan perkara yang menyeret nama Bupati Pemalang.
KPK menjelaskan bahwa Gus Haris diduga mengenalkan Anom Widiyantoro kepada Lilik Budi Suprianto, sosok yang disebut sebagai makelar kasus sekaligus ayah dari staf KPK, Setya Budi Dias Oktavianto.
Artikel Terkait
3 Pejabat PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi Jadi Tersangka Korupsi Proyek Sambungan Air Bersih, Negara Rugi Rp4,5 Miliar
Pemerintah Ajak Masyarakat Rayakan HUT ke-81 RI di Monas, Ada Pesta Rakyat, Doorprize hingga Drone Show
Prabowo: Politik Luar Negeri Non-Blok Bikin Indonesia Dipercaya Dunia, Sempat Diminta Jadi Jembatan Dialog Korea
Prabowo Jajal KA Nusantara Explorer, Dorong Kereta Wisata Berkelas Dunia untuk Perkuat Pariwisata Indonesia
Rangkaian Agenda HUT ke-81 RI Resmi Dimulai, Ada Zikir Kebangsaan, Pesta Rakyat di Monas hingga Merdeka Run