TikTok Bisa Jadi Guru Seks Anak Sebelum Orang Tua Siap, Ini yang Perlu Dilakukan

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Minggu, 26 Juli 2026 | 19:59 WIB

TITIKTEMU.CO-Bayangkan anak usia 11 tahun datang kepada Anda dan bertanya soal seks—bukan karena Anda mengajaknya bicara, tetapi karena TikTok sudah lebih dulu memberinya potongan informasi. Masalahnya, informasi yang sampai ke anak tidak selalu utuh, akurat, atau sesuai dengan usianya.

Ini bukan sekadar kekhawatiran orang tua yang terlalu protektif. Studi UNICEF Indonesia tentang aktivitas online anak menemukan bahwa 50,3 persen anak yang diteliti pernah melihat gambar seksual di media sosial. Platform yang paling sering disebut antara lain TikTok, Instagram, dan Facebook.

Jadi, pertanyaannya bukan lagi apakah anak akan menemukan topik seksual di internet. Pertanyaannya: siapa yang lebih dulu menjelaskan kepadanya—orang tua atau algoritma?

Baca Juga: Tamat dengan Rating 23 Persen, Agent Kim Reactivated Bikin Drakor Lain Susah Bernapas

TikTok Anak Bukan Ruang yang Sepenuhnya Bisa Dikontrol

TikTok sendiri menetapkan usia minimum pengguna umumnya 13 tahun, dengan kemungkinan aturan berbeda di wilayah tertentu. Platform tersebut juga memiliki kebijakan perlindungan bagi pengguna di bawah 18 tahun.

Tetapi aturan platform tidak otomatis membuat pengalaman online anak menjadi steril. Anak bisa menemukan istilah, candaan seksual, konten romantis, hingga informasi tentang tubuh dan hubungan dari berbagai sumber.

UNICEF bahkan memperingatkan bahwa paparan pornografi pada usia dini dapat berkaitan dengan pandangan keliru mengenai hubungan, objektifikasi, serta kekerasan seksual.

Baca Juga: Bukan Sekadar Penjahat: Trailer Avengers: Doomsday Bongkar Masa Lalu Doctor Doom

Karena itu, solusi bukan sekadar menyita ponsel. Anak juga perlu dibekali kemampuan memahami apa yang mereka lihat.

Edukasi Seks Tidak Harus Menunggu Anak Bertanya

Banyak orang tua merasa pembicaraan mengenai seks terlalu dini untuk anak usia 10–16 tahun. Padahal, American Academy of Pediatrics (AAP) justru menganjurkan orang tua membicarakannya lebih awal dan secara bertahap, dengan informasi yang sesuai perkembangan anak.

Tidak perlu langsung membahas semuanya dalam satu percakapan yang terasa seperti seminar tiga jam.

Mulailah dari hal yang dekat dengan kehidupan mereka: perubahan tubuh saat pubertas, batasan sentuhan, privasi, rasa suka, hubungan sehat, consent, sampai apa yang harus dilakukan jika seseorang meminta foto pribadi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Leihana

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X