“Terus terang korban masih trauma. Saat ini dia mendapat pendampingan dan konseling dari Dinas Sosial untuk memulihkan kondisi psikisnya,” kata Sugiyanto.
Selain trauma, korban juga mengalami luka luar akibat pemukulan dan tendangan. Meski tidak parah, luka tersebut menjadi bukti terjadinya kekerasan fisik.
“Dari pengakuan korban dan orang tuanya, memang ada luka luar. Pemeriksaan kesehatan masih menunggu hasil lanjutan,” imbuhnya.
Baca Juga: Menkes Budi Soroti Perundungan di Program Pendidikan Dokter Spesialis: Sistem Harus Lebih Transparan
Permintaan Pindah Sekolah untuk Pelaku
Pihak korban berharap agar pelaku dan provokator dipindahkan dari SMPN 1 Blora untuk menghindari kemungkinan terulangnya perundungan. Menurut Sugiyanto, keputusan ini demi keamanan korban.
“Kalau masih satu sekolah, dikhawatirkan bisa terjadi lagi. Karena itu, keluarga korban berharap pelaku dan provokator dipindah,” jelasnya.
Permintaan itu menjadi pembahasan dalam mediasi antara pihak sekolah, keluarga korban, dan pihak kepolisian. Hasil mediasi sementara adalah damai. Sementara tindak lanjut administratif masih menunggu keputusan.
Pemerintah Daerah Turun Tangan
Kasus ini mendapat perhatian dari Bupati Blora, yang juga merupakan alumni SMPN 1 Blora. Pemerintah daerah meminta agar sekolah lebih aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan bebas kekerasan.
Dinas Pendidikan Blora pun telah mengirim tim pengawas dan konselor untuk melakukan pendampingan psikologis bagi siswa-siswa yang terlibat maupun menyaksikan peristiwa tersebut.
“Sekolah harus jadi tempat yang aman bagi anak-anak. Tidak boleh ada kekerasan, baik fisik maupun verbal. Kami minta semua pihak introspeksi dan memperkuat pendidikan karakter,” ujar pejabat Dinas Pendidikan Blora.
Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Polres Blora menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini belum selesai. Aparat masih terus mengumpulkan bukti, termasuk rekaman video asli, hasil visum, dan keterangan saksi-saksi.
Artikel Terkait
Teliti Respons Perundungan, Dosen UPGRIS Semarang Argo Widiharto Raih Gelar Doktor
Menkes Akan Putus Perundungan Pada Dokter Yang Mengikuti Spesialis
Kemenkes Beri Sanksi Tiga Rumah Sakit Karena Ada Perundungan, Ini Rumah Sakitnya
Tahun Ajaran Baru Di Yogya , Tidak Ada Kegiatan Perundungan Dan Perpeloncoan
Lawan Perundungan, Remaja Jateng Didorong “Wani Curhat”
Ryan Adriandhy Jadikan Kisah Bullying Dirinya Jadi Inspirasi Film Animasi ‘Jumbo’