BRI Sambut Kebijakan Penempatan Dana SAL, Siap Tingkatkan Kredit Berkualitas

photo author
Ipiek Riyanto, TitikTemu.co
- Rabu, 5 Agustus 2026 | 20:50 WIB
BRI Dukung Optimalisasi Pengelolaan Kas Negara, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Riil (Dok. BRI)
BRI Dukung Optimalisasi Pengelolaan Kas Negara, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Riil (Dok. BRI)

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mendukung langkah pemerintah melalui Kementerian Keuangan dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui instrumen penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL).

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, instrumen penempatan dana SAL memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Selain itu, kebijakan tersebut juga memperkuat kemampuan perbankan dalam menyalurkan pembiayaan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Baca Juga: Kronologi KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Perairan Sumenep, Penumpang Kenakan Pelampung Menunggu Evakuasi

Menurut Hery kebijakan tersebut dapat membantu menjaga likuiditas perbankan sekaligus memperkuat fungsi intermediasi. Dengan kondisi likuiditas yang terjaga, perbankan diharapkan mampu menyalurkan kredit yang berkualitas untuk mendukung pertumbuhan sektor riil dan perekonomian nasional.

"BRI mendukung langkah pemerintah dalam mengoptimalkan pengelolaan kas negara melalui penempatan dana SAL. Kebijakan ini memberikan dukungan likuiditas bagi industri perbankan sehingga bank dapat menjalankan fungsi intermediasi secara lebih optimal dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian," kata Hery Gunardi.

Baca Juga: Putusan MK: Sisa Kuota Internet Kini Jadi Hak Pengguna, Operator Wajib Lindungi

Dengan dukungan likuiditas tersebut, BRI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penyaluran kredit yang berkualitas sebagai upaya mendorong pertumbuhan sektor riil dan memperkuat ekonomi nasional.

Menurut Hery, likuiditas yang terjaga merupakan prasyarat penting bagi perbankan untuk terus menyalurkan kredit yang sehat kepada sektor-sektor produktif. Dengan dukungan likuiditas yang memadai, perbankan memiliki ruang yang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan dunia usaha tanpa mengabaikan kualitas aset maupun manajemen risiko.

"Bagi BRI, dukungan likuiditas tersebut akan dioptimalkan untuk memperkuat penyaluran kredit yang berkualitas, khususnya kepada sektor riil, termasuk kepada UMKM, yang memiliki dampak ekonomi tinggi. Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," jelas Hery.

Baca Juga: Ulasan Lengkap Trio HP Lipat Terbaru Samsung: Galaxy Flip 8, Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra

Sebagai bank dengan portofolio pembiayaan UMKM terbesar di Indonesia, BRI akan terus mengarahkan ekspansi kredit kepada sektor-sektor yang menjadi penggerak utama perekonomian nasional, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta sektor produktif lainnya. Hingga akhir Triwulan I 2026, BRI berhasil menyalurkan kredit sebesar Rp1.562 triliun, dan segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio kredit BRI, dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun.

Sinergi antara kebijakan fiskal dan sektor keuangan menjadi faktor penting dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Oleh karena itu, BRI akan terus mendukung berbagai kebijakan pemerintah yang bertujuan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus memperkuat kapasitas pembiayaan bagi sektor riil.

Baca Juga: Prabowo: Politik Luar Negeri Non-Blok Bikin Indonesia Dipercaya Dunia, Sempat Diminta Jadi Jembatan Dialog Korea

"BRI meyakini bahwa sinergi antara pemerintah dan industri perbankan merupakan fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup Hery.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ipiek Riyanto

Sumber: BRI

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X