Teliti Respons Perundungan, Dosen UPGRIS Semarang Argo Widiharto Raih Gelar Doktor

photo author
Agus Hermanto, TitikTemu.co
- Selasa, 12 Oktober 2021 | 16:48 WIB
 Dosen UPGRIS Semarang Argo Widiharto (kanan) berpose dengan Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH, MHum. Argo raih gelar doktor psikologi Universitas Airlangga Surabaya.  (pic. humas upgris semarang)
Dosen UPGRIS Semarang Argo Widiharto (kanan) berpose dengan Rektor UPGRIS Dr. Muhdi, SH, MHum. Argo raih gelar doktor psikologi Universitas Airlangga Surabaya. (pic. humas upgris semarang)

TITIKTEMU.CO SEMARANG - Kasus perundungan sering terjadi di kalangan anak SD.

Ini menyebabkan anak-anak SD menjadi menarik. Pertanyaannya, bagaimana dinamika respons korban perundungan siswa yang beretnis Jawa?

Hal itulah yang coba dibedah oleh Chr. Argo Widiharto dalam ujian terbuka Program Studi Doktor Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya yang diselenggarakan secara daring pada 12 Oktober 2021, di Gedung Pusat lantai 2, Universitas PGRI Semarang.

Baca Juga: Prodi Doktor Ilmu Sosial Fisip Undip Tawarkan 2 Kajian Studi: Politik dan Administrasi Bisnis

Baca Juga: Undip Wisuda, Siapkan Lulusan Siap Kerja Dan Berwirausaha

Melalui disertasinya yang berjudul Dinamika Respons Korban Perundungan Siswa Beretnis Jawa, Argo menjelaskan bahwa pada korban yang beretnis Jawa, nilai-nilai atau ajaran budaya Jawa akan menentukan mengapa terdapat respons yang tidak sebenarnya, dan bagaimana korban melakukan perubahan respons antar kejadian perundungan yang dialami.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan respons dari mengekspresikan emosi menjadi menahan emosi atau sebaliknya. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh pertambahan usia, durasi perundungan, perundungan berkelompok, kondisi tanpa pengawasan, tidak dapat menahan emosi dan adanya nasihat dari guru atau orangtua,” terang Argo seperti dirilis Humas UPGRIS Semarang.

Baca Juga: Aplikasi Smart Mother’s Karya Mahasiwa Unnes, Inspirasi Masakan dengan Fitur Belanja

Selain itu menurut Argo, perundungan fisik, verbal dan psikologis yang dialami korban disebabkan oleh perbedaan kondisi fisik, karakter, penampilan fisik dan status sosial dan korban merespons perundungan dengan mengekspresikan emosi dan menahan emosi.

“Hasil penelitian ini memberikan pemahaman tentang dinamika respons perundungan siswa beretnis Jawa, yang dipengaruhi oleh kepatuhan siswa terhadap nasihat guru dan orangtua. Kepatuhan ini terkait dengan budaya Jawa yang harus menghormati dan menghargai orang yang lebih tua,” tambahnya.

Untuk itu, Argo menyarankan melalui disertasinya bahwa harus ada intervensi terhadap guru dan orang tua dapat membantu mengatasi permasalahan perundungan di sekolah dengan memanfaatkan nilai-nilai budaya Jawa.

Baca Juga: Sikap Gibran Saat Dampingi Presiden Jokowi ke UNS Jadi Sorotan, Netizen: Salut!

Argo Widiharto  menjadi doktor ke-75 Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya dan doktor ke 98 di Universitas PGRI Semarang. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Agus Hermanto

Sumber: UPGRIS

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X