TITIKTEMU.CO-Banyak ibu yang bekerja penuh waktu pernah mengalami satu perasaan yang sama: bersalah. Saat harus berangkat ke kantor, menghadiri rapat, atau pulang ketika anak sudah hampir tidur, muncul kekhawatiran bahwa hubungan dengan si kecil akan menjadi renggang. Selama bertahun-tahun, anggapan ini seolah menjadi "kebenaran" yang diterima begitu saja. Padahal, riset terbaru menunjukkan cerita yang jauh lebih kompleks.
Kedekatan antara ibu dan anak ternyata tidak ditentukan semata-mata oleh berapa lama waktu yang dihabiskan bersama. Yang jauh lebih berpengaruh adalah kualitas interaksi yang terjalin setiap hari.
Baca Juga: Kenapa Standar Sukses Umur 25 Itu Racun Buat Kesehatan Mental dan Dompet Gen Z?
Riset Menunjukkan Waktu Bukan Satu-Satunya Faktor
Sejumlah penelitian dari para peneliti perkembangan anak, termasuk yang dipublikasikan oleh Harvard University dan National Institute of Child Health and Human Development (NICHD), menemukan bahwa jam kerja ibu tidak secara otomatis membuat hubungan emosional dengan anak menjadi buruk.
Anak tetap dapat membangun ikatan yang aman atau secure attachment selama orang tua memberikan perhatian, kehangatan, serta respons yang konsisten terhadap kebutuhan mereka. Dengan kata lain, anak lebih mengingat bagaimana ia diperlakukan dibanding menghitung berapa jam ibunya berada di rumah.
Temuan ini sekaligus membantah anggapan bahwa ibu bekerja pasti kehilangan kedekatan dengan anak.
Baca Juga: Diam-Diam Bertambah! Sudah 10 Bank Tutup Sepanjang 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Mom-Guilt yang Sudah Lama Menjadi Beban
Perasaan bersalah atau mom-guilt sering kali muncul bukan karena fakta, melainkan tekanan sosial. Masih banyak anggapan bahwa ibu ideal adalah sosok yang selalu hadir setiap saat di rumah.
Padahal, banyak perempuan bekerja bukan hanya untuk mengejar karier, tetapi juga membantu kondisi ekonomi keluarga, mengembangkan potensi diri, atau memenuhi kebutuhan hidup yang semakin meningkat.
Sayangnya, standar yang berbeda sering kali diterapkan kepada ibu dibanding ayah. Ketika ayah bekerja, hal itu dianggap wajar. Namun ketika ibu bekerja penuh waktu, masih ada yang mempertanyakan komitmennya terhadap keluarga.
Baca Juga: Banyak yang Salah Paham! Tilang Ban Gundul Rp250 Ribu Ternyata Bukan Aturan Baru, Ini Faktanya
Yang Paling Dibutuhkan Anak Adalah Kehadiran Emosional
Artikel Terkait
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Kasus Apa yang Membawanya ke Gedung Merah Putih?
Reshuffle Kabinet Makin Jadi Teka-teki, AHY Ungkap Sikap Demokrat ke Prabowo
8 Film Marvel yang Sebaiknya Ditonton Sebelum Spider-Man: Brand New Day, Nomor 6 Wajib Banget
Oda Berani Ambil Risiko? Karakter Legendaris One Piece Ini Diduga Akan Gugur di Arc Elbaf
Banyak yang Salah Paham! Tilang Ban Gundul Rp250 Ribu Ternyata Bukan Aturan Baru, Ini Faktanya
Diam-Diam Bertambah! Sudah 10 Bank Tutup Sepanjang 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Kenapa Standar "Sukses Umur 25" Itu Racun Buat Kesehatan Mental dan Dompet Gen Z?