TITIKTEMU.CO-Kadang orang tua tidak sadar sedang membedakan anak. Anak pertama diberi kepercayaan lebih besar, sementara si bungsu lebih sering dimaklumi. Bukan selalu karena cinta yang berbeda, melainkan karena posisi mereka di dalam keluarga memang membuat perlakuan orang tua ikut berubah.
Fenomena anak pertama vs anak bungsu ini ternyata bukan sekadar bahan bercandaan saat kumpul keluarga. Psikologi keluarga telah lama meneliti bagaimana urutan kelahiran, karakter anak, dan pola asuh dapat memengaruhi perlakuan orang tua terhadap saudara kandung.
Yang menarik, “pilih kasih” tidak selalu berbentuk siapa yang paling sering dipeluk atau dibelikan sesuatu. Kadang bentuknya jauh lebih halus.
Baca Juga: Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?
Anak Pertama vs Anak Bungsu, Siapa yang Lebih Diistimewakan?
Sebuah meta-analisis yang terbit pada 2025 menggabungkan 30 penelitian dan sumber akademik dengan total 19.469 partisipan. Hasilnya menunjukkan bahwa dalam aspek tertentu, terutama yang berkaitan dengan kemandirian dan kontrol, orang tua cenderung memberikan perlakuan lebih menguntungkan kepada anak yang lebih tua.
Namun, cerita tidak berhenti di sana. Penelitian sebelumnya yang melibatkan 2.024 partisipan dari enam negara menemukan bahwa anak bungsu justru cukup sering dipersepsikan sebagai anak yang paling disukai orang tua.
Jadi, kalau pertanyaannya “siapa yang paling disayang?”, sains tidak memberikan jawaban sesederhana anak pertama atau anak terakhir.
Kenapa Perlakuan Orang Tua Bisa Berbeda?
Bayangkan anak pertama seperti orang yang ikut membuka cabang pertama sebuah keluarga. Orang tua belajar menjadi ayah dan ibu bersamanya. Aturan mungkin lebih ketat, perhatian lebih intens, dan kesalahan lebih sering dianggap serius karena semuanya masih terasa baru.
Ketika anak bungsu lahir, orang tua biasanya sudah punya pengalaman. Mereka mungkin lebih santai menghadapi nilai sekolah yang biasa saja, kamar berantakan, atau permintaan yang dulu langsung ditolak kepada kakaknya.
Perbedaan perlakuan semacam ini belum tentu berarti favoritisme. Bisa jadi orang tua sedang merespons usia, kebutuhan, karakter, atau situasi masing-masing anak.
Baca Juga: El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan
Artikel Terkait
Popularitas Prabowo Merosot, Benarkah Masalahnya Bukan Cuma Ekonomi?
Jelang OTT KPK, Ada “Bersih-Bersih” di Bea Cukai? Kesaksian Ini Bikin Sidang Memanas
Dana Operasional Bea Cukai Ternyata Dipakai untuk Misi Intelijen Rahasia, Uangnya dari Mana?
Program MBG Disebut Bikin Negara “Boros” Rp10,5 Triliun Setahun, Kejagung Bongkar Hasil Audit BPKP
El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan
Toyota Alphard Polisi yang Viral Intimidasi Satpam di Bundaran HI Ini Ternyata Punya Masalah Lain: Pajak Menunggak Sejak 2023
Korupsi Kebun Binatang Surabaya Tembus Rp10,2 Miliar, Satwa Ikut Jadi Korban?