SELAMAT JALAN, PROF.... Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 20 September 2022 | 05:00 WIB
Prof Azyumardi Azra tingkat keilmuannya luas di maqom Begawan (istimewa)
Prof Azyumardi Azra tingkat keilmuannya luas di maqom Begawan (istimewa)

SELAMAT JALAN, PROF....

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

 

Sudah lama saya kenal Azyumardi Azra, putra Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatera Barat (4 Maret 1955). Guru Besar Sejarah Fakultas Adab UIN Sjarif Hidayatullah, Jakarta, ini selalu saya sapa, Prof.

Saya begitu terkejut ketika mendengar kabar bahwa Prof Azra dipanggil Tuhan (18 September 2022). Inna lillahi Wa inna ilaihi rojiun. Dua hari sebelumnya, saya mendengar kabar Prof Azra jatuh sakit di Malaysia dan dirawat di Serdang Hospital, Selangor.

Baca Juga: Pemakaman Ratu Elizabeth II, Disiarkan Live Streaming di Layar Besar, Tayang di 125 Bioskop

Selama ini nyaris setiap minggu, kami berhubungan, saling menyapa. Walau pendek-pendek, saling ngaruhke, bertanya tentang kabar dan agar selalu sehat dan diberkahi berkat Tuhan. Ketika saya menulis di kredensialnews.com tentang Anang Akhmad Syarifuddin (Ketua DPRD Lumajang), Prof Azra berkomentar,"Bagus Bung Trias. Luar biasa keteladannya." Prof Azra memang selalu memanggil saya,"Bung Trias."

Sebelumnya ketika saya menulis tentang Rektor Unila yang tersandung kasus, Catatan Hitam Pak Rektor, Prof Azra berkomentar,"Mantul Bung Trias. Mengalir, tajam dan reflektif. Tks.

Baca Juga: Uang yang Diterima Rektor Unila dari Orang Tua Calon Mahasiswa Mencapai Rp 4 Milyar Lebih

Sebelum saya menulis kolom itu saya berdiskusi dengan Prof Azra. Ketika itu saya bertanya,"Prof apa selalu yang dipikirkan ketika mendapat amanah sebagai rektor?" Prof Azra menjawab,"Dlm pidato pertama saya di dpn senat univ, dosen n staf sy tegaskan, mereka bebas berimajinasi m berkreasi tanpa banyak petunjuk, pengarahan, juklak, juknis. Hanya 1 yang tak boleh,KORUPSI- siapapun pelakunya bakal saya pinalti 12 pas."

Di waktu lain, ketika saya menulis artikel Taliban Pertaruhkan Rakyat Afghanistan di harian Kompas (26/8), Prof Azra kirim komentar sebagaimana biasanya lewat WA, "Bagus Bung Trias. Sdh baca tadi pagi. Slmt." Beberapa kali kami "manggung" bersama. Setiap kali "manggung", saya banyak mendapat pengetahuan darinya. Dan biasanya, memang saya manfaatkan untuk bertanya tentang banyak hal.

Baca Juga: Usai Dihantam Gempa, Inilah Potret Kerusakan yang terjadi setelah Gempa di Taiwan. Korban Tewas 100-an Orang

Terakhir "manggung" bersama pada tanggal 25 Agustus 2022, ketika sama-sama menjadi pembahas buku karya wartawan Kompas Musthafa Abdul Rahman. Saya pernah bersama "manggung" di Tunisia, bicara soal demokrasi dan revolusi.

Belum lama ini, Prof Azra yang pernah menjabat sebagai Rektor UIN Sjarif Hidayatullah Jakarta, 1998-2006, didapuk menjadi Ketua Dewan Pers Periode 2022-2025. Saya rasa, ini pilihan tepat, karena setumpuk alasan.

Baca Juga: Siap-siap! Film Horor Inang Tayang Oktober, Lebih Mencekam dari Pengabdi Setan? 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X