'DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Kamis, 7 Juli 2022 | 16:14 WIB
Indonesia pro aktif mewujudkan perdamaian dunia. Ilustrasi (istimewa)
Indonesia pro aktif mewujudkan perdamaian dunia. Ilustrasi (istimewa)

"DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI"

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

TITIKTEMU.CO - Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah sebuah langkah dramatik. Dalam tempo sangat pendek, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana mengunjungi Ukraina (29 Juni 2022) dan bertemu Presiden Volodomyr Zelensky di Kyiv lalu bertemu Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskwa, pada 30 Juni 2022.

Dengan kunjungan itu, Jokowi menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi dua negara yang tengah terlibat konflik bersenjata. Yang lebih penting lagi, dengan misi yang dibawa dalam kunjungan tersebut, Jokowi menegaskan sumbangan dan peran serta Indonesia dalam usaha menciptakan perdamaian dunia. Inilah misi yang ditegaskan oleh Konstitusi 1945.

Baca Juga: 'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Sejarah Mencatat
Komitmen Indonesia akan perdamaian sangat jelas, nyata, dan kuat. Sebab, komitmen itu tertulis dalam Pembukaan Konstitusi, alenia keempat. “….ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ….”

Akan tetapi, “berhenti” pada alenia itu saja tidak cukup. Amanat itu, harus diwujudkan. Untuk mewujudkan harus ada niat yang tulus, harus ada krenteg ing ati, kehendak hati yang kuat dan tulus.

Maka sejak presiden pertama, Soekarno usaha untuk mewujud-nyatakan amanat konstitusi itu sudah dilakukan. Upaya pertama Indonesia dilakukan dengan mengadakan Konferensi Asia-Afrika, 18 – 24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang

Inilah konferensi yang melahirkan Gerakan Non-Blok (1 September 1961 di Beograd, Yugoslavia). Gerakan Non-Blok (GNB) adalah sebuah gerakan yang menentang berbagai bentuk kejahatan internasional: imperialisme, neo-kolonialisme, kolonialisme, apartheid, rasisme, agresi militer, dan dominasi satu kubu di politik dunia: Blok Barat dan Blok Timur. GNB juga bertujuan untuk mengakhiri Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.

Kata Soekarno, pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah salah satu contoh bentuk imperialisme dan kolonialisme. Karena itu, harus ditentang. Maka selama pemerintahannya, Soekarno menolak untuk meresmikan hubungan diplomatik dengan Israel.

Baca Juga: Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia

Indonesia memiliki peran penting dalam pendirian Gerakan Non Blok maupun aktivitas organisasi tersebut. Mulai dari langkah Indonesia sebagai negara yang baru merdeka dan ingin meredakan ketegangan dunia akibat perang dingin, hingga upaya memelihara perdamaian internasional.

Presiden RI ke-2 Soeharto, pada 13 Maret 1995 melawat ke Bosnia-Herzegovina, negeri yang sedang dicabik-cabik perang saudara, yang telah nenewaskan ribuan orang dan kehancuran. Perang itu melibatkan etnis-etnis Bosnia Herzegovina yang memperjuangkan kepentingan mereka masing-masing.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X