"DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI"
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
TITIKTEMU.CO - Kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia adalah sebuah langkah dramatik. Dalam tempo sangat pendek, Jokowi bersama Ibu Negara Iriana mengunjungi Ukraina (29 Juni 2022) dan bertemu Presiden Volodomyr Zelensky di Kyiv lalu bertemu Presiden Vladimir Putin di Kremlin, Moskwa, pada 30 Juni 2022.
Dengan kunjungan itu, Jokowi menjadi pemimpin Asia pertama yang mengunjungi dua negara yang tengah terlibat konflik bersenjata. Yang lebih penting lagi, dengan misi yang dibawa dalam kunjungan tersebut, Jokowi menegaskan sumbangan dan peran serta Indonesia dalam usaha menciptakan perdamaian dunia. Inilah misi yang ditegaskan oleh Konstitusi 1945.
Baca Juga: 'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Sejarah Mencatat
Komitmen Indonesia akan perdamaian sangat jelas, nyata, dan kuat. Sebab, komitmen itu tertulis dalam Pembukaan Konstitusi, alenia keempat. “….ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ….”
Akan tetapi, “berhenti” pada alenia itu saja tidak cukup. Amanat itu, harus diwujudkan. Untuk mewujudkan harus ada niat yang tulus, harus ada krenteg ing ati, kehendak hati yang kuat dan tulus.
Maka sejak presiden pertama, Soekarno usaha untuk mewujud-nyatakan amanat konstitusi itu sudah dilakukan. Upaya pertama Indonesia dilakukan dengan mengadakan Konferensi Asia-Afrika, 18 – 24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung.
Baca Juga: Presiden Jokowi: Jangan Ada Lagi Kota di Ukraina yang Rusak Akibat Perang
Inilah konferensi yang melahirkan Gerakan Non-Blok (1 September 1961 di Beograd, Yugoslavia). Gerakan Non-Blok (GNB) adalah sebuah gerakan yang menentang berbagai bentuk kejahatan internasional: imperialisme, neo-kolonialisme, kolonialisme, apartheid, rasisme, agresi militer, dan dominasi satu kubu di politik dunia: Blok Barat dan Blok Timur. GNB juga bertujuan untuk mengakhiri Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur.
Kata Soekarno, pendudukan Israel atas wilayah Palestina adalah salah satu contoh bentuk imperialisme dan kolonialisme. Karena itu, harus ditentang. Maka selama pemerintahannya, Soekarno menolak untuk meresmikan hubungan diplomatik dengan Israel.
Baca Juga: Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia
Indonesia memiliki peran penting dalam pendirian Gerakan Non Blok maupun aktivitas organisasi tersebut. Mulai dari langkah Indonesia sebagai negara yang baru merdeka dan ingin meredakan ketegangan dunia akibat perang dingin, hingga upaya memelihara perdamaian internasional.
Presiden RI ke-2 Soeharto, pada 13 Maret 1995 melawat ke Bosnia-Herzegovina, negeri yang sedang dicabik-cabik perang saudara, yang telah nenewaskan ribuan orang dan kehancuran. Perang itu melibatkan etnis-etnis Bosnia Herzegovina yang memperjuangkan kepentingan mereka masing-masing.
Artikel Terkait
Sanksi UEFA Berlanjut. Timnas dan Klub-klub Sepakbola Rusia Dilarang Tampil di Kejuaraan Eropa dan Dunia
OPINI: "TOPENG-TOPENG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"KETIBAN PULUNG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'APA YANG SALAH' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'KATA ORANG POLITIK ITU BEGINI...' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'KOALISI GADO-GADO' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'SEMOGA CEPAT WARAS' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Presiden Putin Beri Jaminan Keamanan Pasokan Pangan dan Pupuk dari Ukraina maupun Rusia
'DIPLOMASI MEJA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Dino Patti Djalal: Putin Tak Indahkan Misi Perdamaian Jokowi, Prioritas Rusia Taklukkan Ukraina