"DI KAIRO KAMI BERTEMU" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Minggu, 7 Agustus 2022 | 14:22 WIB
Kota Kairo (Unsplash)
Kota Kairo (Unsplash)

"DI KAIRO KAMI BERTEMU"

Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Di Kairo, ibu kota Mesir, saya pertama kali bertemu dengannya, diperkenalkan oleh Musthafa Abdul Rahman, wartawan Kompas di negeri piramida itu. Ia mahasiswa di Universitas Al-Azhar, jurusan bahasa Arab.

Pertemuan itu terjadi tahun 2013, ketika bau-bau Arab Spring Revolution masih sangat terasa; ketika asap revolusi di Tahrir Square yang menjadi palungannya, masih mengepul meski tipis; ketika Bumi Mesir masih panas setelah dibakar revolusi; ketika terjadi lagi huru-hara politik yang berujung dengan dijatuhkannya presiden pertama pasca-revolusi, Mohammad Morsi.

Mahasiswa Al-Azhar itu dari Pamekasan, Madura. Kadarisman, namanya. Sejak pertemuan pertama, hampir saban hari Kadarisman menemani saya blusukan di Kairo dan sekitarnya menjadi penerjemah.

Baca Juga: Brigadir J Siap Ajukan Diri sebagai Justice Collaborator. Kini Didampingi Pengacara Baru

Hari Sabtu lalu, saya minta tolong pada Ustadz, begitu saya memanggilnya yang sekarang tinggal di Malang, untuk menerjemahkan puisi karya Jalaluddin Rumi dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.

Maulana Jalaluddin Mohammad Balkhi atau Rūmī atau Jalāl al-Dīn Rūmī, juga dipanggil Mawlānā, lahir di Balkh, Afganistan pada 30 September 1207 dan meninggal di Konya, Turki, pada 17 Desember 1273.

Tapi, kata Brad Gooch (2018), Rumi–yang diambil dari kata Roma, mengacu pada Kekaisaran Romawi Byzantium (Istanbul) atau Kekaisaran Romawi Timur yang didirikan tahun 330, dan ditaklukan Turki Ottoman 1453—dilahirkan di kota Vaksh, sekarang masuk wilayah Tajikistan.

Baca Juga: Polri akan Buat Kasus Brigadir J Terang Benderang. Usut Dugaan Pelanggaran Etik dan Pidana Bisa Berbarengen

***

 

Tarian khas Turki
Tarian khas Turki (freeimages)

Ustadz, ini puisi karya Rumi. Tolong ya, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Tapi, Ustadz, saya tidak tahu judul asli ini. Saya hanya mendapatkan potongan teks dalam bahasa Arab, yang katanya puisi Rumi. Saya nggak paham ini.

ايها المحبوب, فى هذه الليلة أنت كالقمر, فلا تنم
وابدأ الدوران كالفلك الدوار , ولا تنم
إن صحونا سراج العالم
فاحفظ هذا السراج ليلة واحدة , ولا تنم
أيها الحبيب الذى لا حبيب مثله, لا تنم
ويا من بك تستقيم الامور , لا تنم
فى هذه الليلة ستشتعل مائة شمعة بسببك
وقد دخلنا فى أمانك , فلا تنم

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X