Sesaat kemudian Kadarisman ngirim terjemahannya. “Pak, saya beri judul Jangan Terlelap. Rasanya, itu yang cocok,” tulis Kadarisma di WA.
Ini terjemahannya, Pak:
Duhai kekasih…
Malam ini engkau bagai rembulan, maka Jangan kau terlelap
Mari kita berputar bak cakrawala, jangan terlelap
Mari begadang, biar kita jadi lampu semesta
Mari nyalakan terus lampu ini, satu malam saja, jangan terlelap
Duhai kekasih, engkau kekasih yang tiada duanya, jangan terlelap
Duhai, yang karena-Mu semua berjalan sesuai porosnya, jangan terlelap
Malam ini, seratus lilin menyala karena-Mu
Dan kita begitu nyaman masuk dalam dekapan-Mu, maka jangan terlelap
Terima kasih banyak, Ustadz. Begitu saya tulis di WA. Banyak kali, saya minta tolong pada Ustadz Kadarisman, kalau berurusan dengan bahasa Arab. Dulu, saya selalu bertanya kalau soal bahasa Arab kepada Zuhairi Misrawi, yang kini sudah menjadi Duta Besar RI di Tunisia.
Kedua sahabat saya ini, sangat ringan tangan kalau dimintai pertolongan. Tanpa banyak bertanya pasti segera dipenuhi permintaan saya, kapan pun saya sampaikan.
Baca Juga: LIGA INGGRIS: West Ham Vs Manchester City, The Citizens Berharap Hapus Catatan Buruk di Laga Pembuka
***
Orang mengenal Rumi sebagai seorang penyair sufi (ahli ilmu tasawwuf) yang banyak memperkenalkan ajaran-ajaran agama Islam, ketuhanan, cinta, serta pengalaman kehidupan lewat puisi-puisinya yang indah dan mampu diterima secara akal sehat.
Sebagai seorang sufi, cintanya hanya selalu tertuju kepada Allah. Maka, syair cintanya pun sudah tentu tertuju kepada Allah, bukan kepada harta, tahta, ataupun manusia, dan apapun selain Allah.
Kata Rumi, cinta adalah kekuatan tunggal yang mendasari dan menghubungkan semua ciptaan. Mencintai berarti menghargai orang-orang di samping kita dan menghormati kebebasan mereka, mencintai mereka apa adanya.
Baca Juga: LIGA INGGRIS: Everton Vs Chelsea, Penalti Jorginho Berbuah Kemenangan Untuk The Blues
Ini juga berarti mengatasi ambisi untuk mengontrol orang lain, dan sebaliknya memberikan diri kita kepada orang lain. Maka, All You Need is Love kata John Lenon (1967).
Rumi juga menjadi simbol toleransi. Sebab, setiap kata yang keluar dari mulutnya penuh cinta dan perdamaian serta kedamaian yang ditujukan bagi kemanusiaan. Banyak yang mengatakan, kata-katanya berasal dari Yang Ilahi, sebab diucapkan Rumi saat ia dalam estatik (esctatic) dengan Tuhan.
Artikel Terkait
'SUATU HARI DI UKRAINA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'DIPLOMASI MEJA' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'DARI BUNG KARNO HINGGA JOKOWI' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'PECI BUNG KARNO' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Peresensi Ini Beri Bintang 5 untuk Novel “Gadis Kretek” yang Sarat Aroma Cinta
Hari Ini Arya Saloka Ultah. Hengkang dari Ikatan Cinta, di Gadis Kretek Dapat Peran Menantang sebagai Lebas
'BADUT-BADUT TAK LUCU' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Sheila Dara, Dion Wiyoko, dan Reza Rahadian Terlibat Cinta Segitiga dalam Ada Yang Hilang dalam Cinta
'CERITA LUHUT DI KEDAI KOPI', Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'KEMARIN, SAHABAT SAYA TELEPON' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
'NGOBROL DENGAN KOMARUDDIN HIDAYAT' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku