Tetapi, kata Andrew Gamble (2019), tanpa politik kita akan tersesat. Nah, itulah. Politik membingkai semua yang kita lakukan; membingkai hidup kita.
Dengan kata lain, politik hadir dalam semua situasi. Oleh karena itu, kita menemukan politik di mana-mana: di perusahaan, organisasi sukarela, organisasi sosial, organisasi olah raga, di sekolah dan sebagainya. Bahkan di lembaga-lembaga agama sekalipun.
Politik juga memiliki kekuatan untuk membawa perubahan yang nyata dan positif; juga bisa sebaliknya. Sebab bisa jadi di tengah jalan dibajak, dan arahnya dibelokkan. Atau, naik penumpang-penumpang gelap, yang memiliki tujuan berbeda.
***
Baca Juga: Dua Orang Bobotoh Tewas di GBLK, IPW: Polisi Harus Panggil dan Periksa Iwan Bule!
Maka sebenarnya, politik itu bukan tujuan, tetapi sarana. Tujuan politik adalah menciptakan kesejahteraan bersama. Politik juga bukan produk, tapi proses. Proses untuk mewujudkan kesejahteraan bersama itu. Lewat politik, kesejahteraan hendak diwujudkan. Lewat politik, sebuah masyarakat dengan tatanan adil dan makmur, diwujud-nyatakan.
Karena itu salah satu definisi politik berbunyi politics is the art of government, politik adalah seni memerintah. Seni memerintah untuk mewujudkan kesejahteraan bersama. Itu kata Otto von Bismarck, perdana menteri Prussia dan pendiri serta kanselir pertama Kekaisaran Jerman.
Itu mungkin definisi klasik tentang politik, yang dikembangkan dari makna asli istilah tersebut di Yunani Kuno. Kata ‘politik’ berasal dari polis, yang secara harfiah berarti negara-kota.
Baca Juga: Kesempatan Kuliah Gratis Bagi Generasi Muda: Beasiswa SDM Sawit Telah Dibuka!
Masyarakat Yunani kuno dibagi menjadi kumpulan negara-kota independen, yang masing-masing memiliki sistem pemerintahannya sendiri. Yang terbesar dan paling berpengaruh dari negara-kota ini adalah Athena, yang sering digambarkan sebagai cradle of democratic government, palungan tempat lahirnya pemerintahan yang demokratis.
Banyak yang memiliki kesan bahwa orang biasa biasanya tidak tertarik pada politik karena berlangsung pada tingkat yang terlalu abstrak atau terlalu jauh dari mereka. Politik itu bikin pusing. Pendapat seperti yang sering terdengar.
Karena itu, kalau ada yang bertanya apa benar ya bahwa politik itu sarana bukan tujuan, tidaklah aneh…ini sekurang-kurang tercermin dari masih ada dan hidupnya ungkapan “The End of justifies the Means”, tujuan menghalalkan cara.
Baca Juga: Gerindra Minta Pemerintah Serius Tangani Wabah PMK
Begitulah, katanya, politik itu. ***
Artikel Terkait
PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
PD III DAN PERIODE III Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL DENGAN JENDERAL, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Cerita Horor SimpleMan Desa Gondo Mayit, Kisah Mistis Pendaki Gunung
"KETIBAN PULUNG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
CERBUNG: Inspirasi Melankolis.....! "SEBATAS AURORA" Oleh: Triana Rahayu, Episode : V
RESHUFFLE, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
CERBUNG, Inspirasi Melankolis..! Episode 5: LOVE IN TURKEY, Oleh: AhliyaMujahidin
BOBOTOH BERDUKA: Tokoh Bobotoh Eko Maung Nyatakan Panpel akan Diproses. Ungkap Kembali Tragedi “Sabtu Kelabu"
BOBOTOH BERDUKA: Menolak Lupa Tragedi “Sabtu Kelabu”, 11 Penonton Konser Beside di Bandung Meninggal