Baca Juga: Kalahkan 15 Negara di Dunia , Mahasiswa UIN Walisongo Meraih Medali Emas Dalam Kompetisi di Turki
Perayaan itu terasa sebagai sebuah kemewahan di tengah retak-retaknya dinding persahabatan antar-anak bangsa di negeri, di tengah mulai putusnya di sana-sini benang tenun kebangsaan, dan di tengah mulai mengentalnya semangat politik identitas yang secara sengaja dimainkan untuk kepentingan kekuasaan.
Maka, benar kata orang, “teman tertawa memang banyak, tetapi teman menangis sangat sedikit,” di zaman sekarang ini. Karena ada kecenderungan orang dianggap sebagai sahabat hanya ketika memiliki kepentingan yang sama dengan dirinya sendiri, bukan kepentingan bersama. Apalagi kepentingan Bangsa. Orang dianggap sahabat bila “warna baju”-nya sama.
….Selamat Merayakan Persahabatan, Romo Sindhu….
Artikel Terkait
POLITIK WHATSAPP Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan senior, Penulis Buku
POLITIK WADAS OLeh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
TERAWAN DAN CUCI OTAK Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
JOGJA…JOGJA…JOGJAKARTA… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
LELAKI TUA DAN SANDAL KARET Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku