LELAKI TUA DAN SANDAL KARET Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Indria Purnama Hadi, TitikTemu.co
- Minggu, 1 Mei 2022 | 23:25 WIB
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)

TITIKTEMU.CO

LELAKI TUA DAN SANDAL KARET
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Pertama


Beberapa hari lalu, sahabat lama saya, Romo Haruna yang sekarang bertugas dan tinggal di Bogor, bercerita lewat WA: Sudah bertahun-tahun saya biasa bepergian antar-kota dengan menggunakan angkot (angkutan kota). Saya merasa nyaman, walau kadang harus duduk berdesakan, pun pula panas.

Dengan naik angkot, saya juga bisa merasakan detak kehidupan masyarakat secara lebih riil, mendengarkan ungkapan perasaan hati mereka bagaimana menyikapi kesulitan hidup. Kadang lucu-lucu cerita mereka. Beragam cerita saya dengar: dari ibu-ibu yang pulang belanja dari anak-anak sekolah, hingga bapak-bapak kantoran.

Yang juga saya perhatikan, kadang ada sopir yang nakal: membawa penumpang melebihi kapasitas. Penumpang dipaksa berdesakan, dempet seperti pindang, terutama dulu di zaman sebelum pandemi.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat tentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Senin, 2 Mei 2022

Ada kesan aji mumpung, mengangkut penumpang sebanyak mungkin tidak memedulikan bahaya. Tapi, banyak pula yang tertib.

Yang wajar, kapasitas angkot adalah 11 penumpang, belum termasuk yang duduk di samping sopir. Tapi, yang wajar itu sangat jarang terjadi, kecuali di masa pandemi, ketika diberlakukan aturan baru berkait dengan kapasitas penumpang.

Kedua

Lelaki Tua penjual sandal
Lelaki Tua penjual sandal (Foto: Haruna)

Kemarin saya ke Tangerang Selatan dari Bogor tempat saya tinggal, dengan angkot. Jarak antara Bogor dan Tangerang Selatan sekitar 65 km.

Baca Juga: Saling Geser di Posisi Puncak Liga Premier, Manchester City dengan Liverpool

Ketika masuk angkot, saya melihat seorang bapak sepuh, duduk di pojok. Bapak yang saya taksir usianya lebih dari 70 tahun itu, berbaju merah muda yang sudah dijahit sana-sini karena bekas sobek. Bercelana panjang cokelat, yang juga sudah dijahit di beberapa bagian karena sobek. Ia mengenakan topi kombinasi biru-putih.

Wajahnya lesu menyimpan perjalanan hidupnya. Matanya tak bersinar penuh harapan, tetapi saya menangkap ada semangat hidup walau jejak perjalanan hidupnya mungkin panjang dan berat.

Baca Juga: Real Madrid Raih Gelar LaLiga Spanyol 35 kali. Giliran Liga Champions Jadi Perburuan Berikutnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X