• Kamis, 18 Agustus 2022

LELAKI TUA DAN SANDAL KARET Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

- Minggu, 1 Mei 2022 | 23:25 WIB
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)
Kebon Raya, Bogor (commons.wikimedia.org)

TITIKTEMU.CO

LELAKI TUA DAN SANDAL KARET
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Pertama


Beberapa hari lalu, sahabat lama saya, Romo Haruna yang sekarang bertugas dan tinggal di Bogor, bercerita lewat WA: Sudah bertahun-tahun saya biasa bepergian antar-kota dengan menggunakan angkot (angkutan kota). Saya merasa nyaman, walau kadang harus duduk berdesakan, pun pula panas.

Dengan naik angkot, saya juga bisa merasakan detak kehidupan masyarakat secara lebih riil, mendengarkan ungkapan perasaan hati mereka bagaimana menyikapi kesulitan hidup. Kadang lucu-lucu cerita mereka. Beragam cerita saya dengar: dari ibu-ibu yang pulang belanja dari anak-anak sekolah, hingga bapak-bapak kantoran.

Yang juga saya perhatikan, kadang ada sopir yang nakal: membawa penumpang melebihi kapasitas. Penumpang dipaksa berdesakan, dempet seperti pindang, terutama dulu di zaman sebelum pandemi.

Baca Juga: Hasil Sidang Isbat tentukan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Jatuh pada Senin, 2 Mei 2022

Ada kesan aji mumpung, mengangkut penumpang sebanyak mungkin tidak memedulikan bahaya. Tapi, banyak pula yang tertib.

Yang wajar, kapasitas angkot adalah 11 penumpang, belum termasuk yang duduk di samping sopir. Tapi, yang wajar itu sangat jarang terjadi, kecuali di masa pandemi, ketika diberlakukan aturan baru berkait dengan kapasitas penumpang.

Kedua

Halaman:

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X