• Kamis, 30 Juni 2022

BULAN DI ATAS OMAH PETROEK Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

- Senin, 23 Mei 2022 | 08:05 WIB
Romo Sindhunata di ulang tahunnya yang ke-70 (Istimewa)
Romo Sindhunata di ulang tahunnya yang ke-70 (Istimewa)

TITIKTEMU.CO

BULAN DI ATAS OMAH PETROEK
Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku


Omah Petroek, malam itu meriah. Tidak hanya meriah, tetapi benar-benar begitu hidup. Bulan bulat sehari sebelum Waisak, yang menggantung di langit menyaksikan kegembiraan itu.

Bulan itu tersenyum memandangi penduduk Pakem, Wonorejo, Hargobinangun berkumpul di Omah Petroek berbaur dengan para tamu terhormat. Ada Sukardi Rinakit yang sehari-hari di istana presiden, ada pejabat desa, biarawan, biarawati, seniman, ilmuwan, wartawan, aktivis lingkungan, dan mahasiswa.

Bahkan, ada pula mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang masih seperti dulu ramah, banyak tawa, dan dengan suka hati menerima permintaan warga desa untuk berfoto bersama.

Baca Juga: Manchester City Juara Liga Premier Inggris, Apakah Kehadiran Erling Haaland Musim Depan Bermanfaat?

Ada wajah kelegaan pada Bulan melihat tak ada sekat-sekat antara rakyat biasa dan tamu-tamu terpandang; yang wangi dan yang kurang wangi; yang bersepatu dan yang bersandal jepit atau cekeran; yang sekolah tinggi maupun yang hanya sempat merasakan bangku sekolah dasar; yang kerja kantoran dan yang saban hari bergelut dengan lumpur di sawah atau di kebon; yang tahu seni bahkan menggeluti dan yang mengartikan tontonan itu semata-mata sebagai hiburan setelah pandemi yang mencengkeram dan menenggelamkan semua kegiatan.

Sinar bulan purnama semakin lama semakin terang memandikan tubuh mereka yang duduk dan berdiri menikmati tontonan malam itu, sambil menikmati aneka makanan yang disediakan secara gratis. Semuanya dalam dekapan kebersamaan. Malam itu tepat ketika bulan bersinar terang bagai ratu di atas singga sana.

Semua yang ada di Omah Petroek ikut “Merayakan Persahabatan” di saat Romo Sindhunata, rohaniawan, budayawan, sastrawan, analis sepak bola, penulis novel Anak Bajang Menggiring Angin, Anak Bajang Mengayun Bulan, dan banyak buku lainnya, berulang tahun ke-70.

Baca Juga: Songsong Satu Abad NU akan Digelar Konferensi Internasional Pemimpin Agama Seluruh Dunia dan Fikih Peradaban

Halaman:

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X