Menurut saya, Bung, yang penting masalah minyak goreng jangan digoreng-goreng saja, seperti isu-isu lainnya. Di negeri ini, orang suka menggoreng-nggoreng apa pun, yang kadang tujuannya asal bikin ramai, asal bikin gaduh, asal beda dengan pemerintah. Menggoreng-nggoreng segala isu, untuk tujuan negatif. Ada lagi yang nggoreng-nggoreng untuk tujuan politik.
Itu berbahaya, Bung. Karena, kata Cicero (106-43) negarawan Romawi, politik itu mahkluk yang paling hidup yang pernah ada di dunia ini; dengan beribu-ribu otak, kaki, tangan, mata, pikiran, hasrat, nafsu, dan keinginan.
Nah, kalau politik itu seperti rumusah Cicero, maka akan sangat berbahaya kalau ketemu minyak goreng, makin licin, sulit dipegang, di sana nggak ada hati nurani, tidak ada cinta yang berpolitik, yang ada hanyalah kepentingan diri.
Begitulah, Bung…..***
Sumber: https://triaskun.id/2022/03/12/politik-minyak-goreng/
Artikel Terkait
PURI GEDEH, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"ANTARA ANKARA DAN PENAJAM" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Mengenang Prof. Yahya Muhaimin: “SAYA INI ORANG DESA." Oleh: Hamid Basyaib
Yahya Muhaimin, Tokoh Pemikir Militer Indonesia. Sebuah catatan, oleh: Ibrahim Ambong
AKU DULU PINGIN JADI DALANG… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
TONGSENG LIDAH oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
PD III DAN PERIODE III Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku