'LUDRUK' Oleh: Trias Kuncahyono (Wartawan Senior, Penulis Buku)

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 18:33 WIB
Gerobak Sapi (Wikimedia)
Gerobak Sapi (Wikimedia)

Siapa yang mengendalikan gerobak sapinya kembali ke rumah, ke kandang? Siapa yang memutar-balik arah gerobak sapinya?

“Begitu ceritanya, Mas,” tulis Pakde yang mengirimkan cerita pendek ini.

Baca Juga: Sri Sultan Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Bebas dari Potongan Liar

II

Pakde tidak banyak komentar.  Tidak seperti biasanya. Ia hanya mengirimkan cerita tersebut.

Di bawah cerita, Pakde menulis, “mungkin euphoria reformasi Indonesia masih belum sampai membalikkan ‘Cikar Reformasi’.” Artinya, balik “pulang kandang” seperti gerobak sapi itu, yang pulang ke Mojosari tidak meneruskan jalan ke Surabaya.

Gerobak sapi pengangkut bambu itu “balik kanan,” karena, saisnya  tertidur. Tidak demikian dengan “Cikar Reformasi.”

Baca Juga: Pantai Coro Tulungagung, Surga Bagi Wisatawan yang Mencari Ketenangan Batin

Sebab, sais “Cikar Reformasi”, sama sekali tidak tidur. Bahkan, tidak sempat tidur. Memejamkan matanya sekejap pun, tidak punya waktu. Memejamkan mata adalah sebuah kemewahan.

Ia bekerja keras untuk mengendalikan kedua sapinya agar terus bergerak, maju ke depan menarik cikar sampai ke tujuan untuk mengantarkan bambu-bambu pesanan.

Bila bambu-bambu terjual, maka akan memberikan kesejahteraan banyak petani bambu. Itu harapannya.

Baca Juga: Hotel Pelangi, Hotel Tertua dan Saksi Bisu Sejarah Kota Malang

Akan tetapi, jalan ke “Surabaya” banyak gangguan. Ia terus diganggu oleh “Opas Polisi” yang ingin membalikkan arah gerak “Cikar Reformasi.”  

Dan, “Opas Polisi” sekarang beda dengan yang dulu. Dulu adalah kaki tangan penjajah Belanda. Sekarang, adalah  manifestasi oligarki.

Kata Jeffrey A Winters, oligarki tidak menunjuk pada sistem kekuasaan oleh sekumpulan pelaku tertentu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X