| TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, bantuan sosial (bansos) sejatinya tidak boleh dibebani potongan apapun, baik oleh perangkat maupun Satgas Covid-19. “Idiom budaya ngono ya ngono, ning ojo ngono, memang harus kita tinggalkan, karena sama saja itu memperbolehkan penyimpangan kecil-kecilan. Sebab, justru berawal dari sikap permisif terhadap hal yang kecil inilah, kemudian menjadikannya musuh terbesar pemberantasan korupsi,” jelas Sri Sultan pada Jumat, 22 Oktober 2021. Pernyataan Sri Sultan tersebut, merupakan satu dari tiga alasan pemilihan Kelurahan Srigading, Kabupaten Bantul sebagai tempat pelaksanaan program vaksinasi dan penyerahan 3.000 paket bansos bagi warga terdampak pandemi Covid-19.
Baca Juga: Seru! Makan Sambil main Air di Ketjeh Resto Kegiatan yang diinisiasi oleh Akabri’89 dalam rangka HUT ke-76 TNI tersebut, diikuti 1000 warga dari empat desa yaitu Murtigading, Gadingharjo, Gadingsari, dan Srigading. Tampak hadir pada acara tersebut antara lain, Danlantamal TNI AL V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, M. Tr(Han)., M.Tr. Opsla., CHRMP, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich, Danlanal Yogyakarta, Kolonel (Laut) Damayanti S.H., CHRMP., Wakapolda DIY, Brigjend. Pol. Slamet Santoso, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana, dan perwakilan Forkompinda Kabupaten Bantul. Sri Sultan menyoroti pentingnya memuliakan hak penerima bansos. “Seorang manusia yang wajib kita jaga juga martabatnya, sama sekali tidak boleh kita rampas hak-hak dasarnya untuk memperoleh santunan dari pemerintah,” tegas Sri Sultan. Baca Juga: Liga Inggris: Arsenal Kembali ke Jalur Kemenangan, Setelah Tundukkan Aston Villa Sri Sultan berharap, kegiatan bansos dan vaksinasi dapat terus diupayakan karena akan berpengaruh pada percepatan target capaian di DIY. Selain tentang anjuran agar tidak memotong nominal bantuan sosial, Sri Sultan juga menyoroti masalah pencegahan penularan Covid-19 dan penguatan identitas Bantul sebagai kawasan penghasil bawang merah. “Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dari klaster hajatan. Maksimal yang datang 50 orang dengan protokol kesehatan ketat dan dilarang untuk menyajikan hidangan atau makanan yang disantap di lokasi,” ujar Sri Sultan. Baca Juga: Pantai Coro Tulungagung, Surga Bagi Wisatawan yang Mencari Ketenangan Batin Sri Sultan bersyukur atas capaian persentase vaksinasi DIY, hingga 19 Oktober 2021. “Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial DIY, capaian dosis 1 DIY, mencapai 91,15 persen dan dosis 2 mencapai 66,49 persen. Untuk bansos DIY telah mencapai 91,37%,” ujar Sri Sultan. Sementara terkait penghasil bawang merah, Sri Sultan menyatakan, kelompok tani Kalurahan Srigading dinilai inovatif, karena mampu menemukan dan menerapkan teknologi tepat guna yang disebut ‘irigasi-kabut’ untuk menjaga kelembaban tanaman. Artikel SelanjutnyaSiap-siap Piknik, Kuy! Ini 10 Destinasi Wisata Jogja Paling BaruDilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi. Sumber: jogjaprov.go.id TagsRekomendasiTerkiniLokasi dan Jadwal SIM Keliling di Jogja, Bantul, dan Sleman Hari ini, 23 Juli 2026Wakil Bupati Ngawi Terima Aspirasi Mahasiswa: 11 Tuntutan untuk Perubahan yang Lebih BaikKenaikan Harga Beras dan Minyak Goreng di Ngawi Terbaru Juni 2026: Apa Dampaknya bagi Masyarakat?Dua Pelajar Ngawi Terpilih Jadi Calon Paskibraka Jawa Timur 2026: Prestasi yang Menginspirasi!3 Fakta di Balik Penggerudukan Kantor Camat Selogiri hingga Sang Camat Ngaku Siap Dicopot dari JabatanJalan Rusak di Blora: Simbol Perlawanan Rakyat Terhadap Gubernur Jawa TengahWarga Blora "Murka": Pernyataan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Terkait Jalan Cepu - Randublatung RusakKartu Kuning untuk Gubernur Lutfi: Kronologi Aksi Protes Warga Blora atas Jalan Rusak Randublatung–CepuPMI Jakarta Barat Buka Rekrutmen 2026: Peluang Jadi Driver, Perawat, dan Crew KemanusiaanKirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026 Mulai Kapan? Rute, Jam, dan Rekayasa Lalu Lintas di BandungSayonara Pajak Kendaraan! Jawa Barat Rencanakan Revolusi Jalan Berbayar ala Negara MajuGratis Naik Transportasi Umum Jakarta? Ini Cara Dapat Kartu KLG di CFD yang Banyak Diburu!5 Tempat Piknik Romantis di Medan Lagi HITS, Murah dan Gratis untuk Anak MudaWonogiri Borong Penghargaan di Top BUMD Awards 2026, Setyo Sukarno Dinobatkan Sebagai Top Pembina BUMD.Bukan Petugas SPBU, Aksi Heroik Satpam BRI Ajibarang Gercep Selamatkan Bus Yang Terbakar di Depan Kantor Pakai APARIbadah Jumat Agung Bernuansa Alam, GKJ Karangdowo Angkat Tema Pertobatan Ekologis di Gunung WijilViral Video Ukhti Mukena Pink Tanpa Sensor Viral 2026, Benarkah Ada Versi Full Durasi?Rekomendasi Rute BRT Trans Semarang untuk Liburan ke Sam Poo Kong & Masjid Agung Jawa TengahViral di TikTok dan X! FULL Video Dea Store Meulaboh Picu Kontroversi di Media SosialSiapa Suami Fadia Arafiq? Bupati Pekalongan Viral, Karier Politik, KONTROVERSI dan Kehidupan PribadiTerpopuler2
|
Artikel Terkait
Siap-siap Piknik, Kuy! Ini 10 Destinasi Wisata Jogja Paling Baru
Pesan Kepada Dirut TVRI, Sri Sultan,”TVRI Harus Siarkan Variasi Tontontan”.
Nama Sri Sultan Hamengku Buwono IX Bisa dan Layak Dijadikan Nama Bandara Internasional Yogyakarta
Jogja Akan Hadirkan Kembali Keroncong Plesiran Di Hutan Pinus Sari
PPKM Jogja Level 2, Epidemiolog UGM Ingatkan Tanggung Jawab Masyarakat
7 Gudeg Jogja Legendaris yang Wajib Kamu Coba. Mana Saja?
Sri Sultan HB X Beri Perhatian Serius Stunting dan Pernikahan Dini