Sri Sultan Tegaskan Penyaluran Bansos Harus Bebas dari Potongan Liar

photo author
Heppy Purnomo, TitikTemu.co
- Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:38 WIB
Gubernur DIY Sril Sultan Hamengku Buwono X (jogjaprov.go.id)
Gubernur DIY Sril Sultan Hamengku Buwono X (jogjaprov.go.id)

TITIKTEMU.CO, YOGYAKARTA - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan, bantuan sosial (bansos) sejatinya tidak boleh dibebani potongan apapun, baik oleh perangkat maupun Satgas Covid-19.

“Idiom budaya ngono ya ngono, ning ojo ngono, memang harus kita tinggalkan, karena sama saja itu memperbolehkan penyimpangan kecil-kecilan. Sebab, justru berawal dari sikap permisif terhadap hal yang kecil inilah, kemudian menjadikannya musuh terbesar pemberantasan korupsi,” jelas Sri Sultan pada Jumat, 22 Oktober 2021.

Pernyataan Sri Sultan tersebut, merupakan satu dari tiga alasan pemilihan Kelurahan Srigading, Kabupaten Bantul sebagai tempat pelaksanaan program vaksinasi dan penyerahan 3.000 paket bansos bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Baca Juga: Seru! Makan Sambil main Air di Ketjeh Resto

Kegiatan yang diinisiasi oleh Akabri’89 dalam rangka HUT ke-76 TNI tersebut, diikuti 1000 warga dari empat desa yaitu Murtigading, Gadingharjo, Gadingsari, dan Srigading.

Tampak hadir pada acara tersebut antara lain, Danlantamal TNI AL V Laksamana Pertama TNI Yoos Suryono Hadi, M. Tr(Han)., M.Tr. Opsla., CHRMP, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslich, Danlanal Yogyakarta, Kolonel (Laut) Damayanti S.H., CHRMP., Wakapolda DIY, Brigjend. Pol. Slamet Santoso, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, Deni Mulyana, dan perwakilan Forkompinda Kabupaten Bantul.

Sri Sultan menyoroti pentingnya memuliakan hak penerima bansos. “Seorang manusia yang wajib kita jaga juga martabatnya, sama sekali tidak boleh kita rampas hak-hak dasarnya untuk memperoleh santunan dari pemerintah,” tegas Sri Sultan.

Baca Juga: Liga Inggris: Arsenal Kembali ke Jalur Kemenangan, Setelah Tundukkan Aston Villa

Sri Sultan berharap, kegiatan bansos dan vaksinasi dapat terus diupayakan karena akan berpengaruh pada percepatan target capaian di DIY.

Selain tentang anjuran agar tidak memotong nominal bantuan sosial, Sri Sultan juga menyoroti masalah pencegahan penularan Covid-19 dan penguatan identitas Bantul sebagai kawasan penghasil bawang merah.

“Vaksinasi dilakukan untuk mencegah penularan Covid-19 dari klaster hajatan. Maksimal yang datang 50 orang dengan protokol kesehatan ketat dan dilarang untuk menyajikan hidangan atau makanan yang disantap di lokasi,” ujar Sri Sultan.

Baca Juga: Pantai Coro Tulungagung, Surga Bagi Wisatawan yang Mencari Ketenangan Batin

Sri Sultan bersyukur atas capaian persentase vaksinasi DIY, hingga 19 Oktober 2021. “Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial DIY, capaian dosis 1 DIY, mencapai 91,15 persen dan dosis 2 mencapai 66,49 persen. Untuk bansos DIY telah mencapai 91,37%,” ujar Sri Sultan.

Sementara terkait penghasil bawang merah, Sri Sultan menyatakan, kelompok tani Kalurahan Srigading dinilai inovatif, karena mampu menemukan dan menerapkan teknologi tepat guna yang disebut ‘irigasi-kabut’ untuk menjaga kelembaban tanaman.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: jogjaprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X