Mereka juga mengecam sais, menjatuhkan ultimatum akan menghukumnya karena dianggap tidak memenuhi tuntutan mereka. Bahkan, mereka mengancam akan memaksa sais turun dari cikar. Dan, berusaha merebut tali kekang.
Baca Juga: Lonjakan Kasus di Inggris Jadi Peringatan, Masyarakat Indonesia Jangan Lengah
Andaikata, oligarki dengan kaki-tangannya yang tersebar di mana-mana mampu merebut tali kekang, dan mengendalikan sapi penarik cikar, maka tak ayal lagi “Cikar Reformasi” akan balik kandang.
Tentu, hal itu akan sangat melukai hati para petani bambu, yang sudah membayangkan kemakmuran dari jualan bambu.
III
Apakah oligarki akan abadi? Pasti tidak. Karena pada saat yang tepat mereka pun akan menggunakan “jurus renang katak” untuk menginjak pihak yang kalah dan menepis teman seiring. Hanya akan ada satu pemenang; otoritarian lagi. Begitu siklus kekuasaan kuno berulang kembali.
Persis seperti cerita ludruk, yang selalu di ulang-ulang …tetapi tetap bisa membuat orang tertawa…tertawa lepas dan bahkan tepuk tangan……***
Sumber: https://triaskun.id/2021/20/23/ludruk/
Artikel Terkait
RABU MALAM Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
OMONGAN PAKDHE BENAR Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
BAHAYA LATEN Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
EMAKNYA SETAN oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
HIKAYAT CELENG Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
HUJAN KASIH Oleh: Yudi Latif, Cendekiawan