Baca Juga: Dugaan Promosi Mengarah Prostitusi dan Tindak Asusila, Ini Penjelasan Polisi: 'threesome' itu....
Maka misi Pak Jokowi ke Ukraina dan Rusia, tak jauh berbeda dengan kunjungannya ke Afganistan ketika itu: untuk mewujudkan komitmen kuat Indonesia mendukung perdamaian; tidak hanya perdamaian Ukraina, tetapi juga perdamaian dunia.
Komitmen Indonesia akan perdamaian sangat jelas, nyata, dan kuat. Sebab, komitmen itu tertulis dalam Pembukaan Konstitusi, alenia keempat. “….ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, ….”
Akan tetapi, “berhenti” pada alinea itu saja tidak cukup. Amanat itu, harus diwujudkan. Untuk mewujudkan harus ada niat yang tulus, harus ada krenteg ing ati, kehendak hati yang kuat dan tulus.
Baca Juga: CERBUNG: 'LOVE IN TURKEY' Episode 10, Oleh: AhliyaMujahidin
Itulah yang diwujudkan Pak Jokowi, didampingi Ibu Iriana. Kunjungan itu akan, bahkan sudah, tercatat dalam sejarah bangsa, memori bangsa. Bahkan bangsa-bangsa dunia.
Suatu hari nanti, orang akan mengatakan, “Kita pernah memiliki Presiden dan Ibu Negara, yang berani mengambil risiko luar bisa, mengunjungi negeri yang sedang dalam gemuruh perang, demi perdamaian, demi kemanusiaan.” ***