opini

PD III DAN PERIODE III Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Senin, 7 Maret 2022 | 12:10 WIB
Ukraina Vs Rusia. Ilustrasi (Istimewa)

Dadakan PD II, juga sederhana. Menurut pengakuan Alfred Naujocks di Pengadilan Nuremberg, pada 31 Agustus 1939 sebagai anggota SS (Schutzstaffel) satuan elite Nazi, ia mengorganisasi suatu operasi tipu-tipu (false flag) di Gleiwitz, Jerman.

Baca Juga: Kuliner Kremes Mas Bekti Ceper Klaten, Racikan Kremesnya Empuk dan Nendang

Sekarang Gleiwitz masuk wilayah Polandia selatan. Operasi militer berupa serangan ke sebuah statiun radio di Gleiwitz . Serangan itu atas perintah komandan SS Reinhard Heydrich dan Heinrich Müller, kepala Gestapo.

Para penyerang mengenakan seragam tentara Polandia, merebut statiun radio, menembak seorang karyawan, Franciszek Honiok (43), dan menyiarkan pesan anti-Jerman dalam bahasa Polandia, lewat radio itu. Tujuannya adalah membuat seolah-olah serangan dan siaran itu dilakukan oleh orang-orang anti-Jerman.

Setelah insiden itu, sekutu-sekutu Polandia yakni Inggris dan Perancis memaklumkan perang melawan Jerman. Ini yang ditunggu Jerman, yang sejak lama ini ingin memperluas wilayahnya ke Timur, ke Polandia.

Baca Juga: Hati-hati Kadar Oksigen Rendah Dalam Darah, Bisa Alami Happy Hypoxia. Ini Gejala yang Perlu Diwaspadai

Perang berakhir, 1945 dengan menelan 40-60 juta korban jiwa; belum yang terluka, cacat dan sebagainya. Insiden Gleiwitz ini disebut sebagai casus belli PD II

Ilustrasi (Istimewa)

II

Maka, bukan tidak mungkin Bung, situasi yang sangat buruk terjadi bila masing-masing pihak terutama mereka yang disebut sebagai super power tak mampu mengendalikan diri. Dadakan perang, casus belli bisa direkayasa. Sekarang kan zaman rekayasa.

Sekarang ini dengan kemajuan teknologi, mudah Bung bikin rekayasa, termasuk false flag. Coba Bung, Putin mengatakan “Operasi Militer Khusus” (serangan militer) dilakukan untuk mencegah “genosida” terhadap orang-orang Ukraina yang berbahasa Rusia dan mencegah “de-Nazification Ukraine.”

Baca Juga: LaLiga: Penalti Kontroversial Memphis Depay, Membuat Barcelona Menang Atas Elche dan Tetap di Zona Champions

Bagaimana mungkin Bung, terjadi “Nazifikasi” di Ukraina, lha wong President Volodymyr Zelensky, yang dipilih lewat pemilu demokratis 2019 saja orang Yahudi.

Di Ukraina memang ada kelompok gerakan sayap kanan-jauh (far-right) yang memiliki sayap bersenjata, Batalaion Azov. Mereka ini kelompok milisi nasionalis kanan jauh ( Di Jerman dan Perancis pun ada partai kanan-jauh seperti itu). Tetapi dalam Pemilu 2019, mereka hanya meraih 2 persen saudara. Artinya, nggak laku.

Putin tak peduli. Kirim tentara. Itu casus belli, “Operasi Militer Khusus” ke Ukraina. Meskipun ada tiga alasan lain yang lebih masuk akal: Pertama, perluasan keanggotaan NATO. Kedua, ekspansi Uni Eropa. Dan, ketiga, promosi demokrasi oleh Barat ke wilayah-wilayah bekas republik Uni Soviet, termasuk Ukraina.

Baca Juga: Serie A: Duel Dua Kuda Pacu Scudetto Napoli Vs Milan Dimenangkan Rossoneri yang Kembali ke Puncak Klasemen

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB