opini

KURANG SAJEN oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:00 WIB
Sajen (Ilustrasi, Istimewa)

Baca Juga: KALA MARICA oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Jelaslah kiranya, sesajen memiliki nilai yang sangat sakral bagi pandangan masyarakat yang masih mempercayainya.

Tujuan dari pemberian sesajen ini untuk mencari berkah. Kata Suwardi Endraswara (2018), Agama Jawa menggariskan fungsi sesaji sebagai: pertama, langkah negosiasi spiritual dengan kekuatan adikodrati, agar tidak mengganggu; kedua, pemberian berkah kepada warga sekitar, agar ikut merasakan hikmah sesaji; dan ketiga, perwujudan keikhlasan diri, berkorban kepada Kang Gawe Urip, Yang Memberi Kehidupan.

Ini berarti sesaji merupakan bentuk ucapan terima kasih.

Baca Juga: Lapas Semarang Pindahkan 41 Napi Bandar Narkoba ke Nusakambangan

Tentu, ada yang tidak sependapat dengan hal itu. Biasa, dalam segala hal selalu begitu.Tetapi, kearifan lokal yang disimbolkan dalam sesajen perlu dipelajari bukan disalahkan.

Sebab,  sesajen adalah kearifan budaya lokal yang diturunkan oleh leluhur kita.

Batara Kala (Ilustrasi, Istimewa)

II

Kata Suwardi Endraswara, sesaji merupakan refleksi dari naluri keagamaan orang Jawa.

Baca Juga: Pemberangkatan Jemaah Umrah Dihentikan, Begini Penjelasan Kemenag

Manusia hidup saling berdampingan di alam semesta ini. Salah satu kewajiban dan tujuan utama manusia hidup di Bumi adalah untuk saling menghormati, saling menghargai, saling ber-welas asih dan mengasihi antar sesama makhluk hidup.

Filsafat hidup Jawa, menanamkan suatu kesadaran kosmologis yakni bahwa manusia harus menghargai, menghormati, dan memperlakukan seluruh benda hidup maupun benda-benda tidak hidup dengan cara adil, welas asih serta bijaksana.

Koentjaraningrat (dalam Muhammad Afdillah, 2010) mencatat bahwa kepercayaan Agama Jawi (Agama Jawa) asli mencakup kepercayaan terhadap ruh leluhur, lelembut, setan, denawa, memedi, widadari, dan tuyul.

Baca Juga: Ada Souvenir Miniatur Kincir Air di Obyek Wisata Plumpung Nglobo Blora

Adapun ajaran tentang kosmogoni (kang dumadi), kosmologi (bawanagung), eskatologi (akhiring zaman), dan ratu adil berasal dari ajaran Hindu-Buddha.

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB