KURANG SAJEN oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 18 Januari 2022 | 06:00 WIB
Sajen (Ilustrasi, Istimewa)
Sajen (Ilustrasi, Istimewa)

Baca Juga: Perempuan Aceh Dicambuk 100 Kali Karena Zina, Si Pria Hanya Dicambuk 15 Kali. Kok Bisa?

Misalnya, terwujud dalam diri mereka yang banyak ngomong, ngomyang nggak jelas hasilnya, merasa paling pinter sendiri, yang lain bodoh, tolol, dan dungu; mereka yang suka menuding orang lain khafir; mereka yang suka menyebarkan berita bohong, fitnah, ujaran kebencian, sikap tidak toleran; yang mengumbar sikap-sikap ekstremisme dan fanatisme.

Mereka yang korup, mementingkan kantongnya sendiri dibandingkan kesejahteraan rakyat, juga masuk dalam kategori orang kurang sajen.

Sebab, kini sajen tidak lagi berujud nasi tumpeng, bubur merah-putih, bunga mawar, kenanga,  kantil, dan pisang kepok tetapi dalam bentuk uang pelicin, uang suap, uang tutup mulut,  gratifikasi, upeti, pemerasan, kontrak proyek, penggelapan, sogokan, dan lain sejenisnya.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru Imlek, Kelenteng Sam Poo Kong Jadi Pilihan Tepat Liburan Keluarga

Maka, melihat para pembuat hiruk-pikuk, kebisingan, kegaduhan, celotehan, dan para koruptor di negeri ini, orang yang masih waras hanya akan mengatakan, “Dasar kurang sajen!”

 

Sumber: https://triaskun.id/2022/01/16/kurang-sajen/

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Trias Kuncahyono

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X