"Pada jam 13:45 dengan mengucapkan bismillah menetapkan saudara Ganjar Pranowo sekarang adalah Gubernur Jawa Tengah sebagai Kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai Calon Presiden Republik Indonesia dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)," kata Megawati.
Baca Juga: Sinopsis Film Killing Them Softly, Brad Pitt Jadi Pembunuh
Ganjar bukan trah dan darah Soekarno. Tetapi, ia anggota partai. la kader partai. la anggota dan kader partai yang dinilai di dalam dirinya mengalir darah ideologis Soekarno. Maka ia dipilih. Inilah keputusan negarawan.
Bukan kali ini saja, Megawati menunjukkan kenegarawanannya dengan menyisihkan jauh-jauh kepentingan diri, kepentingan keluarga. Sebagai yang memiliki hak prerogatif dalam penentuan calon presiden, Megawati dapat menjatuhkan pilihan apa saja dan kepada siapa saja sesuai dengan suara hatinya.
Baca Juga: Gagal Unggah Dokumen Rekrutmen Bersama BUMN 2023? Pahami Syaratnya Biar Tak Ditolak
Dulu, pada Jumat, 14 Maret 2014, Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri resmi memberi mandat kepada Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. "Kenapa saya memilih Jokowi untuk diberikan mandat sebagai calon presiden. Karena Jokowi tidak hanya populer, tapi dia bekerja, tulus, memiliki komitmen, dan kepribadiannya sederhana," kata Megawati dalam di Lapangan Kopral I Wayan Surem di Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (22/3/2014)
Lalu, empat tahun kemudian. "Dengan ini saya nyatakan, calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo," kata Megawati dalam pidato pembukaan di Rakernas III PDIP, di Grand Inna Beach Hotel, Bali, 23 Februari 2018.
Baca Juga: Mengenal Sejarah Panjang Kawasan Slipi hingga Saat ini
Ketika itu (2014), Megawati mengatakan proses pemilihan Jokowi bukanlah hal yang tiba-tiba, melainkan sudah diperhitungkan secara matang dalam jangka waktu yang panjang.
la memilih calon pemimpin yang mampu membawa dan mewujudkan cita-cita bangsa; yang mau sungguh-sungguh bekerja untuk rakyat banyak.
Baca Juga: DONGENG 'MEMEDI SAWAH' oleh Trias Kuncahyono
Baca Juga: 'BUKAN TOPENG MONYET' oleh Trias Kuncahyono
Hal itu pula yang antara lain menjadi alasan mengapa memilih Ganjar. Dengan memilih Ganjar (sebelumnya Jokowi), secara sadar dan sepenuh hati, Megawati membawa PDI-P meretas belenggu dan mendobrak tembok yang mengungkungnya.
Megawati membawa partai mampu beradaptasi dengan situasi dinamis di masyarakat, menjawab dan memenuhi harapan rakyat. "Setelah selama ini memikirkan dan melihat apa yang menjadi harapan rakyat, maka pada Hari Kartini ini, saya menetapkan saudara Ganjar Pranowo sebagai kader dan petugas partai untuk ditingkatkan penugasannya sebagai Capres dari PDI-P." kata Megawati.