TITIKTEMU.CO, Yogyakarta – Rencana pemindahan ibu kota negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimanta Timur, mendapat perhatian dari Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dosen Fakultas Geografi UGM, Dr. Rini Rachmawati S.Si., M.T., mengatakan, pembangunan IKN perlu dilakukan dengan konsep smart dan terintegrasi, di mana pembangunan yang dilakukan dapat mengatasi permasalahan kota sehingga dapat menjadi ibu kota yang layak huni.
Menurut Rini, pembangunan IKN memberikan peluang tersendiri sebagai daya tarik Provinsi Kalimantan Timur.
“Berorientasi sebagai kota percontohan, IKN memang sudah seharusnya dibangun dengan konsep Green City, Forest City, Livable City, dan Smart City Sustainable City," ujar Rini saat menjadi pembicara pada kegiatan Webinar Series GEO-PW Seri Pembangunan Wilayah IKN ke-1 bertema “Masa Depan IKN: Kontribusi Bidang Geografi-Pembangunan Wilayah”, beberapa hari lalu.
Oleh karena itulah, berbagai kesiapan daerah sebagai ibu kota, baik dalam aspek infrastruktur fisik, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), dan sumber daya manusia (SDM) sudah direncanakan dan dituangkan dalam program bersama dalam Masterplan Smart City Kawasan IKN.
Baca Juga: TERAWAN DAN CUCI OTAK Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
Masterplan Smart City IKN tersebut, meliputi enam dimensi yaitu Smart Governance, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.
Webinar Series GEO-PW Seri Pembangunan Wilayah IKN ke-1 “Masa Depan IKN: Kontribusi Bidang Geografi-Pembangunan Wilayah” diselenggarakan oleh Minat Studi Pembangunan Wilayah, Magister Geografi, Fakultas Geografi UGM.
Webinar Geo-PW Series adalah wadah pengembangan ilmu pengetahuan dan wawasan terkait dengan Geografi-Pembangunan Wilayah, sehingga dapat memberikan alternatif rencana pengembangan masa depan IKN.
Baca Juga: Iga Swiatek Menjadi Orang Kelahiran Polandia Pertama yang Menempati Peringkat Pertama Tenis Dunia
Webinar kali ini menampilkan kepakaran dosen-dosen dari Minat Studi Pembangunan Wilayah, Fakultas Geografi UGM.
Mereka adalah Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si. dengan topik “Rencana Pengembangan Kawasan Strategis IKN”, Dr. Lutfi Muta’ali, S.Si., M.T yang mengupas “IKN dalam Konteks Pembangunan Ekonomi Regional”, Dr Estuning Tyas Wulan Mei, S.Si., M.Si., M.Sc membahas “Perspektif Kebencanaan di IKN”, dan Prof. Dr. M. Baiquni, M.A yang mengulik persoalan “Prospek Pariwisata IKN”.
Dalam materinya, Dr. Andri Kurniawan, S.Si., M.Si., memaparkan secara panjang lebar terkait kerangka pengembangan strategis Ibu Kota Negara (IKN) “Nusantara”.
Andri menjeklaskan, adanya IKN memberikan pengaruh terutama untuk Indonesia bagian Timur sehingga diperlukan berbagai upaya dalam pemindahan IKN melalui enam koridor, baik dari sentra produksi hingga koridor sebagai pusat pengembangan pangan, perikanan, energi, dan pertambangan nasional.
Artikel Terkait
Daerah Setingkat Provinsi, Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru Nusantara Menjabat Lima Tahun
Sah! Sudah Ada Pemimpin Otorita IKN, Ini Pesan Jokowi untuk Duet Bambang Susantono-Dhony Rahajoe
Anak Perusahaan PT Krakatau Steel akan Bangun Pelabuhan Logistik IKN di Kawasan Industri Buluminung Kaltim
Presiden Pimpin Prosesi Penyatuan Tanah & Air Nusantara di Titik Nol Kilometer IKN
Presiden Jokowi Bermalam di Area Perkemahan IKN, Ini Harapan Tokoh Adat Terhadap SDM Kalimantan
Temani Jokowi Berkemah di IKN, Bamsoet: Alhamdulillah, Udaranya Sejuk Kalau Malam Pak Presiden...
Luhut Binsar Panjaitan Ajak Singapura Garap Food Estate dan Ibu Kota Negara (IKN) Baru