Dikira Gila, Kini Mendunia: Kisah Kurma Rinjani yang Lahir dari Tekad Petani Lombok Utara

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Kamis, 20 November 2025 | 16:05 WIB
Ketika Kurma Menjadi Mimpi Tak Masuk Akal (Instagram )
Ketika Kurma Menjadi Mimpi Tak Masuk Akal (Instagram )

Perbandingan hasil panen pun mencolok. Pada panen pertama, Amaq Lebih meraup Rp50 juta—bandingkan dengan padi yang hanya menghasilkan Rp5–6 juta sekali tanam.

“Kalau kita tekuni, kita rawat, pasti berbuah,” ujarnya penuh keyakinan.

Generasi Muda Mulai Ikut Menanam

Ade Hendrawan atau Wawan (35), petani kurma muda, kini melihat kurma sebagai peluang besar. Harga jual tinggi—bisa mencapai Rp400 ribu per kilogram—membuat banyak warga tertarik menanam.

Kebun-kebun kurma kini tumbuh di dua model:

skala rumahan (1–2 pohon di pekarangan),

hingga lahan hamparan besar yang dikelola bersama komunitas Ukhuwah Datu Nusantara.

Sistem penjualan satu pintu diberlakukan agar harga stabil dan keuntungan merata.

Kurma Rinjani: Dari Keraguan Menjadi Cerita Inspiratif

Kini, kurma Lombok bukan hanya bukti bahwa hal mustahil bisa diwujudkan, tetapi juga simbol ketekunan para petani.

Dari cibiran menjadi kebanggaan, dari eksperimen menjadi produk kelas dunia.

Perjalanan para petani Lombok Utara mengajarkan bahwa keberanian untuk mencoba hal baru dapat membuahkan hasil luar biasa—bahkan mengharumkan nama daerah hingga kancah internasional.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Sumber: Instagram @yuliwilianti

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X