Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Rabu, 19 November 2025 | 22:11 WIB
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi. (Ranu Kumbolo/Instagram)
Gunung Semeru Erupsi, 178 Pendaki Tertahan di Ranu Kumbolo, Dievakuasi Kamis Pagi. (Ranu Kumbolo/Instagram)

TITIKTEMU.CO - Erupsi Gunung Semeru pada Rabu sore 19 November 2025 mengakibatkan sebanyak 178 pendaki tertahan di kawasan Ranu Kumbolo.

Kondisi ini terjadi karena jalur turun menuju Ranupani pada malam hari dinilai terlalu berbahaya untuk dilewati.

Meski demikian, pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) memastikan seluruh pendaki dalam kondisi aman dan selamat.

Baca Juga: Gunung Semeru Erupsi, Ini Sejarah Letusannya dari 1818 hingga Kini 

Erupsi Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkanik dan awan panas, sehingga Balai Besar TNBTS melakukan koordinasi terkait kondisi para pendaki yang sedang berada di jalur maupun area perkemahan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Ranu Kumbolo, titik favorit pendaki yang berada di ketinggian sekitar 2.400 meter.

Di kawasan inilah sebanyak 178 orang dilaporkan masih berada ketika erupsi terjadi dan belum dapat dievakuasi turun.

Baca Juga: Gunung Semeru Naik ke Status Awas, Awan Panas Beruntun dan Guguran Lava Meningkat Tajam

Perjalanan Malam Berbahaya

Kepala Bagian Tata Usaha BB TNBTS, Septi Eka Wardhani, menjelaskan sebanyak 178 orang yang masih berada di Ranu Kumbolo terdiri dari berbagai kelompok, tidak hanya pendaki umum.

“Total ada 178 orang. Terdiri dari 137 pendaki, satu petugas, dua saver, tujuh pendamping pendakian Gunung Semeru terdaftar (PPGST), 15 porter, dan enam orang dari Kementerian Pariwisata,” ujar Septi.

Menurutnya, seluruh orang yang berada di lokasi tersebut tetap diarahkan untuk bertahan dan tidak melakukan perjalanan turun pada malam hari. Jalur licin, minim penerangan, dan potensi longsor menjadi alasan utama.

“PPGST menyampaikan bahwa evakuasi malam tidak direkomendasikan. Gelap, licin, dan beberapa titik jalur rawan longsor. Jadi sangat berbahaya jika dipaksakan,” jelasnya.

Untuk sementara, pihak taman nasional meminta seluruh pendaki tetap berada di Ranu Kumbolo sambil siaga apabila diperlukan tindakan darurat. Situasi terbaru terus dipantau dari pos pemantauan dan laporan para pemandu di lapangan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X