KGPH Hangabehi, didukung Lembaga Dewan Adat serta sejumlah sentono dan kerabat dalem.
Kedua kubu memiliki dasar klaim, baik dilihat dari garis keturunan maupun adat suksesi. Keraton Solo kembali berada dalam pusaran dualisme, melanjutkan polemik panjang yang sudah muncul sejak awal 2000-an.***
Artikel Terkait
Paku Buwono VI, Raja Surakarta di Simpang Jalan
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara
Putra Mahkota Gusti Purboyo Nyatakan Naik Tahta di Hadapan Jenazah Sang Ayah, Bergelar Paku Buwono XIV
Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII di Imogiri, Menapaki 500 Anak Tangga ke Puncak Makam Raja-Raja
Sejarah Keraton Surakarta, Paku Buwana III: Raja yang Berkuasa di Bawah Bayang-bayang Belanda