Dua Pangeran, Satu Tahta: Gusti Purboyo dan Hangabehi Sama-Sama Dinobatkan Jadi Raja Solo  

photo author
Ken Maesa Pamenang, TitikTemu.co
- Jumat, 14 November 2025 | 13:25 WIB
Dua Pangeran, Satu Tahta: Gusti Purboyo dan Hangabehi Sama-Sama Dinobatkan Jadi Raja Solo . (Dok. Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta)
Dua Pangeran, Satu Tahta: Gusti Purboyo dan Hangabehi Sama-Sama Dinobatkan Jadi Raja Solo . (Dok. Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta)

Perubahan gelar ini merupakan bentuk penolakan LDA terhadap penetapan Gusti Purbaya sebagai putra mahkota pada Februari 2022.

Saat itu, Ketua LDA GKR Wandasari atau Gusti Moeng menegaskan bahwa Hangabehi, sebagai anak laki-laki tertua, seharusnya menjadi calon raja.

Menurutnya, penetapan putra mahkota sebelumnya dapat dibatalkan karena dianggap tidak sesuai dengan hukum adat yang mengedepankan urut tua.

Pasca wafatnya PB XIII, Hangabehi memilih tidak ikut dalam deklarasi Purbaya. Dia berdalih keluarga masih dalam suasana duka, sehingga belum waktunya membahas tahta.

“Suksesi idealnya diputuskan melalui musyawarah keluarga besar, bukan langkah sepihak,” ujarnya.

Baca Juga: Putra Sulung PB XIII KGPH Mangkubumi: Jangan Buru-buru Suksesi, Ini Masih Masa Berkabung

Latar Pendidikan dan Aktivitas

Hangabehi menempuh pendidikan dasar hingg menengah di Solo, yaitu SD Pamardisiwi (1995), SMP Kasatriyan (1998), dan SMA Warga (2001).

Dia menikah dengan Ray Siti Zubaidah dan dikaruniai dua anak, yakni BRAj Arumi Larasati Kusumaningrum dan BRM Suryo Muhammad Ibrahim.

Sosok Hangabehi dikenal lembut dan menjunjung paugeran atau aturan adat Keraton Surakarta. Dia memiliki minat besar terhadap dunia perkerisan.

Pada September 2025, Hangabehi mendapat undangan dari Kementerian Kebudayaan Belanda untuk menghadiri pameran keris.

KGPH Hangabehi tak hanya dikenal sebagai salah satu figur penting dalam dinamika suksesi Keraton Solo, tetapi juga sebagai tokoh yang aktif merawat warisan budaya.

Dalam kesehariannya, dia menjalankan tugas sebagai Pengageng Kasentanan yang bertanggung jawab atas Museum Keraton Kasunanan Surakarta.

Hangabehi menegaskan bahwa revitalisasi keraton menjadi prioritas utama saat ini, selaras dengan program Kementerian Kebudayaan. Salah satu fokus utamanya adalah pembenahan Panggung Songgo Buono.

Selain itu, Hangabehi juga menyoroti kondisi berbagai artefak di Museum Keraton Surakarta. Banyak koleksi bersejarah yang, menurutnya, membutuhkan penanganan khusus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ken Maesa Pamenang

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X