Pasca wafatnya PB XIII, kepemimpinan Keraton Surakarta sementara dipegang Maha Menteri Kanjeng Gusti Panembahan Tedjowulan.
Langkah ini sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430-2933 Tahun 2017 tentang Penetapan Status dan Pengelolaan Keraton Kasunanan Surakarta.
Dalam SK disebutkan, “Kasunanan Surakarta dipimpin oleh ISKS Paku Buwono XIII dan didampingi Maha Menteri KGPA Tedjowulan dalam pengelolaan Keraton berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat, Pemprov Jateng, dan Pemkot Surakarta.”
Tedjowulan menegaskan dirinya akan menjaga stabilitas internal Keraton hingga penobatan raja baru. Dia menjamin kondisi keraton pasca wafatnya PB XII akan aman.
“Saya akan mengumpulkan para Putradalem ISKS Paku Buwono XII atau saudara-saudara kandung PB XIII, dan merangkul Putradalem PB XIII untuk menyatukan pandangan tentang masa depan Keraton Surakarta,” katanya.
Dia menambahkan kerukunan keluarga besar Keraton Surakarta menjadi modal penting untuk mempertahankan kelestarian Dinasti Mataram Islam.
“Kerukunan adalah kunci agar Keraton tetap eksis sebagai warisan budaya bangsa,” ujar Tedjowulan.
Baca Juga: Begini Prosesi Pemakaman Paku Buwono XIII dari Keraton Surakarta Menuju Imogiri
Purbaya Diangkat Jadi Paku Buwono XIV
Di sisi lain, dari keluarga PB XIII, KGPAA Hamangkunagoro atau KGPH Purbaya telah diangkat sebagai penerus tahta dan mengambil gelar SISKS Paku Buwono XIV.
Pengangkatan dilakukan secara simbolis di depan jenazah PB XIII sebelum diberangkatkan ke Imogiri. Purbaya berjanji meneruskan perjuangan ayahanda untuk menjaga marwah dan kelestarian Keraton Surakarta.
“Saya berjanji menjaga martabat, budaya, dan warisan leluhur Mataram Islam,” ucapnya.
Diketahui, PB XIII mengangkat Purbaya sebagai putra mahkota sejak tahun 2022, dan menetapkan istrinya sebagai garwa prameswari bergelar GKR Pakoe Boewono.
Namun, keputusan ini sempat menuai penolakan dari Lembaga Dewan Adat Keraton yang menilai pengangkatan tersebut melanggar sejumlah aturan adat.
Hingga kini, Dewan Adat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai status penobatan Purbaya. Masyarakat Surakarta sendir berharap tidak ada lagi ontranontran perebutan tahta di Keraton Surakarta.***
Artikel Terkait
Raja Solo Sinuhun Pakubuwono XIII Wafat, Keraton Surakarta Berduka
Raja Surakarta Paku Buwono XIII, 21 Tahun Bertahta yang Penuh Konflik
Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri Rabu 5 November, Sebelumnya Dikirab Menuju Loji Gandrung
Mengenal Makam Imogiri, Peristirahatan Terakhir Raja-raja Mataram Islam Sejak Sultan Agung
Paku Buwono XIII Wafat, Ini Profil Putra Mahkota Gusti Purbaya, Calon Penerus Tahta Keraton Surakarta
Paku Buwono XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Hentikan Suara Gamelan hingga Pemakaman Selesai
Perjanjian Giyanti Membelah Kerajaan Mataram Jadi Dua, Kisah Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta
PB XIII Wafat, Siapa Calon Raja Berikutnya?
Prosesi Pemakaman PB XIII: Kirab Agung dan Tradisi Adat, Ini Jadwalnya
Sejarah Panjang Raja-Raja Solo: Dari Pakubuwono III hingga PB XIII yang Baru Wafat
Kenapa Raja Surakarta Paku Buwono XIII Dimakamkan di Imogiri?
Mengenal Empat Raja Jawa: Ini Beda Hamengku Buwono, Paku Alam, Paku Buwono, dan Mangkunegara