Hercules Turun Saat Kerusuhan Demo DPR, Satu Pertanyaan Ini Masih Menggantung

photo author
Leihana, TitikTemu.co
- Senin, 31 Agustus 2026 | 19:02 WIB

TITIKTEMU.CO-Sebuah video singkat membuat nama Hercules kembali menjadi sorotan. Di tengah kerusuhan setelah demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI pada Kamis malam, 27 Agustus 2026, sosok Rosario de Marshall alias Hercules terlihat turun ke jalan.

Kemunculannya bukan sekadar menarik perhatian warga di lokasi. Video tersebut beredar luas di media sosial dan memunculkan pertanyaan yang sampai sekarang belum memperoleh jawaban jelas: siapa yang sebenarnya meminta Hercules dan sejumlah orang dari GRIB Jaya turun tangan?

Pengacara GRIB Jaya, Wilson Colling, membenarkan bahwa Hercules memang berada di lokasi. Namun, ia mengatakan kehadiran Hercules bertujuan membantu menertibkan massa.

Baca Juga: Brimob Disebut Kawal Rombongan GRIB Jaya, Polisi Bilang Itu Patroli: Mana yang Benar?

Video Hercules di Tengah Kerusuhan

Dalam video yang beredar, terlihat iring-iringan tiga mobil melaju di jalan tol yang tampak kosong. Kendaraan tersebut kemudian berhenti tidak jauh dari jembatan penyeberangan orang atau JPO.

Sejumlah sepeda motor terlihat mengikuti rombongan. Setelah mobil berhenti, beberapa orang turun sambil membawa benda yang tampak seperti bambu.

Orang-orang yang mengenakan jaket ojek online dan helm sempat mendekat. Namun, mereka kemudian menjauh setelah melihat orang-orang dari rombongan tersebut.

Baca Juga: Pack eFootball 2027 Terbaru Hari Ini: Epic, Highlight dan Pilihan Terbaik

Video itu juga memperlihatkan beberapa orang yang disebut berada di sekitar lokasi mengalami aksi pemukulan menggunakan bambu. Tidak lama kemudian, massa lain datang dari arah belakang kendaraan.

Perekam video terdengar menyebut nama Hercules ketika situasi tersebut berlangsung.

GRIB Jaya Sebut Hercules Ingin Membubarkan Massa

Wilson Colling mengakui bahwa Hercules turun dari kendaraan malam itu. Menurutnya, Hercules justru berupaya meminta massa meninggalkan lokasi karena kondisi sudah tidak kondusif.

Seruan untuk pulang, menurut Wilson, merupakan bentuk imbauan agar orang-orang meninggalkan kawasan tersebut secara tertib.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Leihana

Tags

Rekomendasi

Terkini

X