Repatriasi Sebagai Bentuk Rekonsiliasi
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyebut repatriasi ini bukan sekadar pengembalian benda, tetapi juga proses penyembuhan sejarah dan pemulihan identitas bangsa.
Hasil pertemuannya dengan Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Barber Wolfenberger, pada Desember 2024 lalu menjadi salah satu kunci tercapainya kesepakatan ini.
Baca Juga: Menjelang 2028: Saat IKN Bertransformasi Menjadi Pusat Politik Baru Indonesia
Jumlah Artefak yang Sudah Pulang
Dengan penyerahan kali ini, tercatat sudah ada 828 artefak budaya Indonesia yang berhasil direpatriasi dari Belanda.
Ini merupakan kelanjutan dari MoU Indonesia-Belanda terkait kerja sama teknis pengembalian objek budaya sejarah.
Menanti Kunjungan Ratu Maxima
Sebagai kelanjutan penguatan kerja sama, Ratu Maxima dijadwalkan akan berkunjung ke Indonesia pada 25 November 2025 mendatang untuk membahas sektor keuangan dan memperluas hubungan bilateral kedua negara.***
Artikel Terkait
Mengupas Fakta di Balik Keracunan Massal MBG: Temuan Eks Direktur WHO dan Hasil Lab Jabar
Drama Makan Bergizi Gratis: Antara Harapan Generasi Emas dan Ancaman Keracunan
Transformasi Kementerian BUMN: Dari Kementerian Jadi Badan, Apa Dampaknya?
Peringatan Hari Sungai Sedunia, BRI Peduli Ajak Generasi Muda Jaga Ekosistem Sungai dan Peduli Lingkungan
Menjelang 2028: Saat IKN Bertransformasi Menjadi Pusat Politik Baru Indonesia
Program Makan Bergizi Gratis: Dari Piring Anak Bangsa untuk UMKM Lokal
Lowongan Kerja Bappenas 2025: Peluang Emas untuk Profesional Muda dan Berpengalaman
10 Fakta Menarik Drama BON APPETIT, YOUR MAJESTY: Dari Web Novel, Kursus Masak Yoona, hingga Rekor Global Netflix
IJTI Prihatin atas Pencabutan Kartu Liputan Reporter CNN Indonesia di Istana
Dewan Pers Desak Semua Pihak Hormati Kebebasan Pers, Minta Akses Liputan Wartawan CNN Dipulihkan