TITIKTEMU.CO, Jakarta — Dewan Pers menyampaikan pernyataan sikap terkait pencabutan kartu identitas liputan (ID Card) milik reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.
Ketua Dewan Pers, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, menegaskan pentingnya menjunjung tinggi kemerdekaan pers sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Menurutnya, tindakan pencabutan ID Card berpotensi menghambat tugas jurnalistik yang merupakan amanah publik.
Baca Juga: IJTI Prihatin atas Pencabutan Kartu Liputan Reporter CNN Indonesia di Istana
“Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan terkait pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana,” ujar Komaruddin dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9).
Dewan Pers juga menyerukan agar seluruh pihak menghormati fungsi pers yang menjalankan peran penting dalam demokrasi. Lembaga ini menegaskan, kasus pencabutan akses liputan seharusnya tidak terjadi dan diharapkan tidak terulang di masa mendatang demi menjaga iklim kebebasan pers di Indonesia.
Baca Juga: Program Makan Bergizi Gratis: Dari Piring Anak Bangsa untuk UMKM Lokal
Selain itu, Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang telah dicabut segera dipulihkan, sehingga jurnalis yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana Kepresidenan.
“Seruan ini kami sampaikan untuk menjadi perhatian semua pihak,” tutup Komaruddin.***
Artikel Terkait
Menu Kearifan Lokal di Program MBG: dari Ikan Hiu Penyebab Keracunan hingga Kontroversi Usulan Serangga
Kasus Keracunan Program MBG Terus Berulang, Muncul Desakan Evaluasi Total Hingga Moratorium
Kasus Keracunan Massal MBG Kian Meluas, Pakar IDAI Usul Hidupkan Kantin Sekolah agar Aman dan Segar
Menkeu Purbaya Kawal Ketat Anggaran MBG Rp99 T di Tengah Isu Dapur Fiktif
Kasus Keracunan Program MBG Marak, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Kasus Keracunan MBG Sentuh 5.914 Korban, Prabowo Tegaskan Evaluasi dan Larangan Politisasi
Mengupas Fakta di Balik Keracunan Massal MBG: Temuan Eks Direktur WHO dan Hasil Lab Jabar