'PECI BUNG KARNO' Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

photo author
Redaksi TITIKTEMU, TitikTemu.co
- Selasa, 12 Juli 2022 | 14:05 WIB
Bung Karno dengan pecinya (Istimewa)
Bung Karno dengan pecinya (Istimewa)

Setelah KAA, Indonesia membentuk Panitia Pembantu Perjuangan Kemerdekaan Afrika Utara. Ini sebagai wujud konkret mendukung kemerdekaan Maroko, Tunisia, dan Aljazair. Panitia diketuai oleh Mohammad Natsir, Sekretaris Jenderal Hamid Algadri, Bendahara I.J. Kasimo, anggota A.M. Tambunan dan Arudji Kartawinata.

Panitia menyediakan kantor bagi utusan dari Maroko, Tunisia, dan Aljazair, di Jalan Cik Ditiro No. 56 Jakarta Pusat. Setahun kemudian, Prancis angkat kaki dari negeri itu. Maroko dan Tunisia merdeka pada 1956; sedangkan Aljazair baru merdeka pada 1962.

***

Penulis di Tunisia
Penulis di Tunisia (Istimewa)

Dua kali, saya diundang untuk mengunungi Tunisia, pasca-revolusi. Karena itu, saya sempat mempelajari serba sedikit tentang Tunisia. Ada beberapa kesamaan: kesamaan ideologi agama, kesamaan sejarah politik dan kesamaan peran dalam memerangi radikalisme. ” Mereka mempelajari Pancasila, Mas. Karena sangat kagum pada Pancasila,” kata Gus Dubes.

Baca Juga: Ketum PSSI: Banyak Nitizen Minta Indonesia Keluar dari AFF

Indonesia dan Tunisia memiliki ideologi agama yang moderat. Tunisia adalah negara yang penuh toleransi, koeksistensi (hidup berdampingan secara damai), dan kebebasan beragama, berkeyakinan. Di Tunisia ada komunitas Yahudi terbesar di Afrika Utara. Mereka sudah tinggal di Tunisia sejak zaman Romawi.

Padahal, Konstitusi menyatakan agama negara adalah Islam. Tetapi, Konstitusi juga mengamanatkan, pemerintah sebagai “guardian of religion”, “penjaga agama” dan mewajibkan negara untuk menyebarluaskan nilai-nilai “moderasi dan toleransi”. Konstitusi juga menyatakan Tunisia adalah “civil state”, “negara sipil.”

Indonesia dan Tunisia juga pernah sama-sama dipimpin presiden diktator selama puluhan tahun. Kedua negara sama-sama pula menghadapi perang melawan radikalisme dan terorisme domestik, karena sebagian kecil warganya pernah menjadi kombatan di negara-negara konflik, seperti Irak, Suriah, dan Afghanistan.

Baca Juga: Sah! Paul Pogba Kembali ke Juventus dari Manchester United

Menurut ‘International Religious Freedom Report for 2018″, Konstitusi Tunisia menjamin kebebasan beragama, berkeyakinan, dan menjalankan praktik hidup keagamaan. Konstitusi juga menyatakan bahwa masjid dan rumah ibadah lainnya, harus bebas dari “instrumentalisasi partisan.” Ketentuan ini mewajibkan negara untuk menyebarkan nilai-nilai moderasi dan toleransi, melindungi tempat-tempat suci.

Undang-undang mensyaratkan bahwa semua pelaksanaan ibadah dilakukan di dalam rumah ibadah tidak di tempat umum. Iklan-iklan keagamaan juga tidak boleh dipasang di tempat umum. Undang-undang mengharuskan asosiasi dan partai politik menghormati supremasi hukum dan prinsip-prinsip dasar demokrasi dan melarang mereka mendorong kekerasan, kebencian, intoleransi, atau diskriminasi atas dasar agama.

Baca Juga: PIALA PRESIDEN 2022: Borneo FC Menyusul Arema FC ke Final Setelah Menyingkirkan PSS Sleman

***

Suatu ketika di Tunisia
Suatu ketika di Tunisia

“Banyak yang menarik, Mas. Kalau kita, menyebut Indonesia, mereka pasti akan segera mengatakan ‘Soekarno.’ Bangga menjadi orang Indonesia dan punya Soekarno. Maka, saya selalu pakai peci, seperti Bung Karno,” kata Gus Dubes lalu tertawa lepas…

Satu hal lagi, Tunisia telah mengubah wajah negara-negara Arab, lewat Revolusi Musim Semi…Memang, tidak semuanya berhasil. Bahkan, seperti Suriah dan Libya, hancur hancuran.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: triaskredensialnews.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB
X