Link Cerita Horor Di Ambang Kematian,  Kisah Ayah yang Menjadikan Keluarganya Tumbal Pesugihan

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Sabtu, 2 Juli 2022 | 20:10 WIB
Cerita horor Di Ambang Kematian.  (Twitter @jeropoint)
Cerita horor Di Ambang Kematian. (Twitter @jeropoint)

TITIKTEMU.CO – Bukan hanya SimpleMa, penulis cerita horor lain di Twitter juga mendapat perhatian netizen. Sebuah cerita horor Di Ambang Kematian belakangan ramai menjadi sorotan.

Thread cerita horor di Twitter ini ditulis akun @jeropoint yang kabarnya merupakan kisah nyata. Cerita mencekam ini dikisahkan sendiri oleh orang yang mengalami teror kemudian dirulis ulang oleh akun @jeropiont.

Kisahnya menceritakan seorang perempuan bernama Nadia yang merasa di ambang kematian karena mengetahui dirinya adalah calon korban tumbal pesugihan yang dilakukan ayah kandungnya sendiri.

Baca Juga: Cerita Horor Mbarep Tunggal SimpleMan, Konflik Mistis Keluarga Jawa

Sebelumnya, Nadia mengungkapkan ibunya terlebih dulu meinggal dunia, disusul kemudian kakanya. Jarak kematian mereka 10 tahun.

“2002 Ibu. 2012, kakak. 2022, aku lah tumbal selanjutnya,” tulis JeroPoint mengawali kisah Nadia.

Misah Di Ambang Kematian menyebutkan bahwa praktik pesugihan akan membutuhkan tumbal dalam kurun waktu 10 tahun sekali.

Baca Juga: 5 Film Horor Terlaris dari KKN di Desa Penari Sampai Danur, Ini Peringkatnya

Setelah kepergian sang ibu, semain banyak teror misterius di rumah Nadia. Teror makin menjadi, dan dia bersama kakak dan ayahnya mulai dihantui makhluk kepala kambing yang tiba-iba muncul.

Sang kakak melihat kuntilanak yang merayap di jendela kamarnya.Mereka berdua juga kerap mendengar suara kambing dari arah halaman belakang, padahal tak ada tetangga memelihara kambing.

Keduanya juga kerap mendengar suara-suara aneh seperti derap langkah keras dari lantai atas. Padahal, tidak ada satu pun penghuni di lantai dua itu.

Baca Juga: Cerita Horor SimpleMan Desa Gondo Mayit, Kisah Mistis Pendaki Gunung

“Kematian ibu dan bagaimana cara dia meninggal masih terus terngiang-ngiang di kepalaku. Itu merupakan duka pertama, sekaligus menjadi awal mula dari petaka yang menimpa kami,” tulis akun Twitter @JeroPoint.

Sejak kematian ibunya, sang ayah jarang pulang dan kerap tidur di toko. Rumah besar itu hanya ditinggali Nadia dan kakaknya. Mereka merasa asing di rumah sendiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: Twitter @jeroPoint

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

PART 34 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Minggu, 6 Agustus 2023 | 08:10 WIB

PART 33 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Minggu, 6 Agustus 2023 | 06:29 WIB

PART 32 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Sabtu, 5 Agustus 2023 | 08:00 WIB

PART 31 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Sabtu, 5 Agustus 2023 | 06:30 WIB

PART 30 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Jumat, 4 Agustus 2023 | 20:05 WIB

PART 29 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Jumat, 4 Agustus 2023 | 17:26 WIB

PART 28 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Jumat, 4 Agustus 2023 | 08:00 WIB

PART 27 MY COLD BAD BOY - MCBB by: RANNISKII

Jumat, 4 Agustus 2023 | 06:00 WIB
X