Karena itu, masyarakat jangan salah pilih, harus benar-benar hati-hati, cermat, kritis memilih seorang calon pemimpin yang sungguh ketiban andaru atau pulung. Jangan sampai masyarakat terpukau oleh hal-hal yang kemilau saja, agar tidak kecewa di kemudian hari.
Kata Sri Sultan Hamengkubuwono X (2008) masyarakat jangan tertipu oleh orang yang hanya mengejar kekuasaan dan tidak menjadikan kekuasaan sebagai suatu amanah. Sebab, jika hanya memerebutkan kekuasaan maka pemimpin itu hanya fokus pada kekuasaan dan akan lupa pada rakyatnya yang memberikan amanah untuk berkuasa.
Yang harus dicari adalah seorang pemimpin, leader. Sebab, leader selalu ingin melakukan perubahan untuk kebaikan, ingin membuat sejarah untuk bangsa dan negaranya. Jadi, bukan orang yang ingin setiap hari menjadi berita: namanya ditulis di koran-koran, media sosial, disebut-sebut penyiar radio, wajahnya nongol di televisi. Kalau hanya itu keinginannya, tak ubahnya seperti seorang selebritas.
Yah, kita tunggu dan lihat saja sampai waktunya tiba, siapa dari sederet nama yang selama ini disebut-sebut media akan mencalonkan diri atau dicalonkan atau merasa diri akan dicalonkan sebagai kandidat presiden yang akan kejatuhan andaru atau pulung. Dan, sungguh-sungguh seorang leader bukan celebrity.
Kita tunggu kepada siapa pulung dan ndaru akan jatuh…***
Artikel Terkait
PD III DAN PERIODE III Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
JOGJA…JOGJA…JOGJAKARTA… Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
BAPAK KARDINAL DAN IMAM BESAR Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL CAPRES oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
NGOBROL DENGAN JENDERAL, Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
"THE GODFATHER" Oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku
OPINI: "TOPENG-TOPENG" Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku