opini

VACLA HAVEL oleh Trias Kuncahyono, Wartawan Senior, Penulis Buku

Senin, 29 November 2021 | 18:52 WIB
Vacla Havel (Istimewa)
Ilustrasi Politik (Istimewa)

III

Dulu, ketika melihat apa yang terjadi di negaranya—korupsi yang meruyak, demokrasi bablasan, menguatnya politik identitas yakni sentimen dan egoisme etnik yang  berujung dengan pecahnya negara itu menjadi Ceko dan  Slovakia—Havel mengatakan, politik dan kekuasaan  telah kehilangan  “sebuah tanggung jawab yang lebih tinggi” dan  “sebuah laku untuk melayani.”

Ia mengatakan demikian, karena bagi Havel politik adalah sebuah laku bukan untuk dirinya sendiri, tetapi pergulatan untuk liyan.

Baca Juga: Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron

Kata Havel, politik adalah bidang usaha manusia yang lebih menekankan pada kepekaan moral, pada kemampuan untuk merefleksikan diri sendiri secara kritis, pada tanggung jawab yang tulus, pada selera dan kebijaksanaan, pada kapasitas untuk berempati pada orang lain, pada rasa tidak berlebihan, pada kerendahan hati.

Ini adalah pekerjaan untuk orang-orang sederhana, untuk orang-orang yang tidak bisa ditipu.

Mereka yang menyatakan politik adalah bisnis kotor, itu membohongi kita. Politik adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan terutama orang-orang yang tulus, bersih karena sangat mudah untuk menjadi tercemar secara moral.

Baca Juga: Hadapi Varian Omicron Covid-19, Begini Aturan Protokol Kesehatan Baru

Sedemikian mudahnya, sehingga roh yang kurang waspada mungkin tidak menyadarinya sama sekali. Karena itu, politik harus dijalankan oleh orang-orang yang waspada, peka terhadap janji penegasan diri yang ambigu yang menyertainya. Begitu kata Havel.

Indonesia, memang bukan Cekoslovakia. Tetapi melihat apa yang terjadi setelah Reformasi 1998, misalnya, meruyaknya korupsi, demokrasi bablasan, menguatnya politik identitas yakni sentimen dan egoisme etnik, ditambah dengan politisasi agama, rasanya apa yang dikatakan Havel menjadi relevan juga bagi kita. ***

 

Sumber: https://triaskun.id/2021/11/29/vaclav-havel/

 

 
 

Halaman:

Tags

Terkini

DAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE PUN DIANGKAT MENJADI MENTERI

Kamis, 18 September 2025 | 07:57 WIB

TERIMA KASIH SRI MULYANI DAN SELAMAT DATANG PURBAYA

Selasa, 9 September 2025 | 05:51 WIB

KETIKA PUISI MENJADI SAKSI ZAMAN Oleh: DENNY JA

Senin, 26 Mei 2025 | 18:04 WIB