Disebut Lebih Gampang Menular, Ini 7 Fakta Varian Covid-19 Baru Omicron

photo author
Ganug Nugroho Adi, TitikTemu.co
- Minggu, 28 November 2021 | 22:47 WIB
Ilustrasi varian Omicron (Unsplash/Viktor Forgacs)
Ilustrasi varian Omicron (Unsplash/Viktor Forgacs)

TITIKTEMU.CO – Di tengah kondisi pandemi Covid-19 di berbagai negara yang mulai membaik, muncul varian baru Omicron atau B.1.1.5.2.9.

World Health Organization (WHO) menyebut varian baru ini memiliki mutasi yang mengkhawatirkan, sekaligus  menetapkannya sebagai Variant of Concern (VOC).

Varian Omicron pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, dan kini mulai terdeteksi di Eropa dan Asia.

Baca Juga: Hadapi Varian Omicron Covid-19, Begini Aturan Protokol Kesehatan Baru

Para ahli menyebut varian ini jumlah mutasinya lebih banyak sehingga memungkinkannya bisa menyebar lebih cepat, dan kebal dari vaksinasi sebelumnya.

Dalam beberapa hari terakhir, beberapa negara mengumumkan pembatasan perjalanan baru untuk mencegah penyebaran Omicron.

Bagaimana sebenarnya varian Omicron ini?

Baca Juga: Cegah Varian Baru Tembus Indonesia, WNA Hanya Boleh Masuk Melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Sam Ratulangi.

Dikutip dari The Guardian, berikut fakta-fakta seputar varian baru Covid-19 Omigron atau virus dengan kode ilmiah B.1.1.529

1. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan varian Omicron pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan pada 9 November. Omicron sebagai Variant of Concern.

Varian ini menjadi perhatian karena memiliki tingkat penyebaran dan penularan tinggi, virulensi tinggi, serta menurunkan efektivitas diagnosis, terapi, dan vaksin.

Baca Juga: Dikhawatirkan Bawa Varian Covid-19 Mu,  Surabaya Karantina 240 Pekerja Migran

Selain Omicron, kelompok Varian of Concern ini adalah Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

2. Varian Omicron atau B.1.1.529 telah menyebar ke delapan negara, antara lain Inggris, Jerman, Belgia, dan Hong Kong.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ganug Nugroho Adi

Sumber: The Guardian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X